Cerita Dramatik si Mobil Tercepat: Bugatti Veyron, Perlu Loe Tau Nih, Bro!

LAZONE.ID - ernah denger Bugatti Veyron? Yoi bro, mobil ini masih megang rekor mobil paling cepat sejagad! Rekor Veyron pada Juli 2010: 430,98 km/jam atau 267,8 mil per jam. Gile, kan?

Pernah denger Bugatti Veyron? Yoi bro, mobil ini masih megang rekor mobil paling cepat sejagad! Rekor Veyron pada Juli 2010: 430,98 km/jam atau 267,8 mil per jam. Gile, kan? Tapi di balik itu, ternyata ada cerita dramatis bro. Selain rekor kebanggaannya sempat dipatahin, perjalanan si Veyron ini juga mengharukan, lho..

Sebagai mobil tercepat, Buggati Veyron ngetop di arena supercar dunia, bro. Berbagai produsen dan merek mobil pun berlomba matahin rekor itu. Itu dibuktiin Hennessey Venom sukses  mencatat kecepatan 435,31 km/jam atau 270,49 mil. Waks.. eit, tapi itu gak syah. Karena rekor tercepat itu cuma buat mobil produksi massal dengan minimal 30 unit. Kalau kata Guinness World Records, titlenya: The World's Fastest Road Legal Production Car

Oh ya, Bugatti yang ditenagain mesin 16 silinder, 1.001 dk (daya kuda) ini, tentu gak tiba-tiba lahir gitu aja, bro. Ternyata sejak awal abad 20, sudah hadir mewarnai dunia otomotif. Ettore Bugatti, warga Prancis yang ngebangun perusahaan pada tahun 1909 itu,  sempet sukses nelurin mesin-mesin legendaris Bugatti Type 59 yang sakses ngacak-ngacak first Monaco Grand Prix.

Sayang, pada 1947 Ettore meninggal dan dramatisnya, itu gegara stres lantaran produknya gak laku di pasaran. Terpaksa pabriknya pun ditutup pada 1952. Tapi gak lama kemudian, pengusaha Italia: Romano Artoli membeli hak paten dan memulai project EB110 sebagai cikal bakal lahirnya mesin V, walaupun akhirnya tutup buku juga di tahun 1995. Edan, dua kali comeback dan 2 kali tutup buku.

Hingga akhirnya pada 1998, Volkswagen (VW)  membeli nama dan project mobil tercepat yang diincer. Mulai tahun 2001, VW memutuskan untuk bikin mobil tercepat di dunia dalam pabrik yang dipesan lebih dulu di Molsheim, Prancis. Handmade bro, mulai dari proses pencetakan part eksotis sampai kalibrasi finishing.