Sangat mudah untuk mengatakan bahwa 'saya tidak suka Harley'. Padahal itu adalah jebakan yang bakal bikin lo semakin mencintainya.

Lo lambat laun bakal sadar pabrikan asal Milwaukee itu merupakan motor terbaik. Ada cafe racer, bobber, choppers, flat trackers dan masih banyak lagi. Tapi favorit saya adalah board tracker style.

Motor dengan gaya tersebut memang jarang terlihat. Dan inilah custom terbaik yang bakal lo lihat. Sebuah turbocharged Harley Evo, bermesin khusus yang dibuat oleh builder asal Argentina.

Motor tersebut dijuluki 'The Ceetah', itu merupakan karya ke-70 dari builder berbasis di Cordoba tersebut. Jadi tentu saja, hasilnya tidak bakal asal-asalan. Mereka telah menghasilkan berbagai macam motor dari setiap produsen dengan berbagai gaya.

"Kali ini saya ingin melakukan sesuatu yang istimewa untuk merayakan ulang tahun yang kesepuluh toko kami. Saya ingin sesuatu yang memperlihatkan semua hal yang telah kami pelajari dalam kurun waktu itu. Satu-satunya masalah adalah, kami hanya punya mesin," kata Lucas Layum.



Mereka memiliki Harley Davidson Evo. Kalau lo nggak punya pengalaman dengan mesin Harley, jangan coba-coba ngoprek Evo keluaran 1980 ini karena basis mesin tersebut memang lebih lambat dari peserta Miss Universe.

Satu masalah lagi adalah, motor tersebut punya penampilan yang buruk dan tidak sesuai dengan konsep board tracker style. Lucky Custom mengikis semua body motor tersebut sehingga terlihat lebih ramping.

Seluruh rangka baja dibuat ulang, benar-benar membuat keseluruhan tampilan menjadi ngepop dengan garpu depan yang terinspirasi dari art deco. Garpu tersebut mirip dengan motor Honda era 60'an, tapi ini lebih besar.



Di atas tangki bahan bakar ada dua bagian yang dihubungkan melalui serangkaian selang. Satu masuk ke pompa bahan bakar, satu bagian lagi memastikan bahwa turbo yang dipasang mendapat cukup asupan.

"Kami membutuhkan sesuatu untuk membawa tampilan keseluruhan motor. Sangat sulit sampai saya menemukan lampu dari model Ford 1940 yang menancap dengan sempurna. Tema Ford berlajut ke bagian warna. Biru yang dipilih merupakan warna dari periode waktu yang sama karena disesuaikan dengan beberapa warna putih dan emas dengan flek hasul," kata Lucas.



Hasil akhirnya adalah perpaduan yang menakjubkan. Dengan turbo itu, motor menjerit lebih keras ketimbang rudal exocet. Lucas sangat bangga dengan karyanya itu.

"Yang paling saya sukai dari motor ini adalah banyak-banyak menungganginya!" ucapnya.