Audi merekonstruksi The Silver Arrow, jagoan Grand Prix 1936, 100 persen dengan printer 3D. Dari bodi sampai komponen-komponennya.

Printer 3D memang bisa mencetak apa aja. Dari makanan sampai suku cadang. Tapi kalau yang main-main printer Audi, jadinya bisa luar biasa, bro. Pabrikan mobil asal Jerman ini mencetak satu mobil, 100% dari printer 3D!

Tentunya bukan langsung dalam bentuk satu mobil, tapi dicetak bertahap dalam bentuk suku cadang yang dirakit satu per satu. Mobil yang dicetak itu adalah replika mobil sport Grand Prix 1936. Dengan skala 1:2, mobil ini dulunya sukses di ajang balap di akhir tahun 1930an.

Printer Audi tak hanya bisa itu, bisa juga melumerkan besi dan aluminum untuk dicetak menjadi apapun. Nah, Audi menggunakan teknologi cetak 3D dari Volkswagen tersebut untuk melelehkan bagian besi dari model Silver Arrow ini. Printer ini bisa menciptakan suku cadang yang sebenarnya sulit diciptakan dengan cara tradisional.

Audi bukan yang pertama. Local Motors juga mencoba memproduksi mobil dengan printer 3D, tapi cuma 75%. Lalu Divergent Microfactories juga mencoba membuat mobil hibrida dengan sasis aluminium, tapi hanya beberapa bagiannya yang dicetak printer 3D.

Printer ini membantu produsen otomotif untuk mendapatkan suku cadang yang susah didapatkan karena jarak dan waktu. Namun saat ini bentuk suku cadang yang dicetak printer 3D masih lebih kasar dari yang diproduksi di pabrik. Ini memang baru coba-coba aja, tapi siapa tahu di masa depan ya. Produksi mobil lebih efisien, bersih dan murah.

banner-ads