Triumph Bonneville tak hanya motor biasa. Triumph membuat sebuah kendaraan yang menggabungkan antara sejarah dan kebudayaan.

Nama besar Inggris pun menjadi bagian tak terpisahkan dengan Triumph. Bahkan, dua orang kakak beradik yang bergelut di dunia builder motor pun tak tega mengubah motor tersebut.

Jiwa modifikasi mereka sedikit diruntuhkan dengan keindahan motor itu. Akan tetapi, bukan hal yang sulit bagi mereka memberi sentuhan agar motor tampak lebih beda.
 


Seperti yang dilakukan rumah modifikasi North East. Mereka hanya sedikit menyentuh Bonneville tahun 2007, sampai akhirnya lahir sebuah tunggangan yang indah meski sederhana.

"Ini tak sekedar motor, akan tetapi ini merupakan hasil dari proses adat dan budaya," kata Diego, sang pemilik Nort East.

Sementara sang adik, Riki Coppiello juga mengatakan tak mudah membangun sebuah Triumph. Bahkan dari segi desain, motor itu juga hanya benar-benar diubah dari sisi tangki bahan bakarnya.
 


Mereka masih memakai tangki pabrikan. Akan tetapi, sentuhan ajaib keduanya membuat tangki itu tak biasa. Sisa-sisa amplas yang menempel di tangki justru membuat motor semakin indah. Semua cat dibuang, diganti dengan logam mentah dengan sisa ukiran amplas kasar.

Gaya tracker dipertegas dengan mengganti beberapa part. Mereka juga mengganti garpu depan dengan merek Bitubo. 

Itu dari segi fisik. Ternyata bagian mesin juga diubah agar semakin sangar. Mereka menambahkan beberapa part, bahkan motor berkapasitas 865cc itu punya respon yang meningkat.



Untuk menambah pasokan bensin, mereka juga menggunakan Keihin FCR 39mm pada karburator. Sementara, pada lubang buang, mereka juga memakai produk handmade dari stainless steel yang diyakini bisa menambah tenaga motor dua silinder itu.