Enggak cuma berisiko nabrak orang lain atau tersandung, tapi juga merusak postur lo.
Ini pasti kejadian yang bikin loe sebal. Ditabrak atau kesenggol orang yang nggak ngeliat jalan, karena bukannya lihat jalan, mereka malah sibuk nunduk melototin atau texting dengan handphone-nya. Pengaruh smartphone dan internet saat ini memang luar biasa. Enggak cuma mempengaruhi cara orang berinteraksi, tapi juga sampai cara jalan!
Orang makin asyik menikmati smartphone-nya untuk texting, ngecek socmed sampai browsing, bahkan selagi berjalan. Agar kenikmatannya enggak terganggu, tanpa disadari orang membuat pola gerakan tertentu agar enggak tersandung, bertabrakan atau kecelakaan lain.

Sebuah studi oleh Universitas Bath dan Texas, menemukan bahwa orang yang berjalan sambil menatap layar ponselnya, secara tidak sadar membuat langkah-langkah lebih pendek, mengurangi frekuensi langkahnya dan waktu yang dibutuhkan untuk menyentuh lantai pun jadi makin panjang. Dengan cara ini, para pejalan kaki ini bisa terus nunduk menatap ponsel tanpa jatuh, tersandung atau nabrak orang.

Penelitian ini diperoleh dari 30 responden berusia 18-50 tahun. Jadi gejala ini bisa terjadi pada siapa aja, enggak pandang umur. Mereka dites untuk berjalan melewati rintangan selagi berkirim message lewat handphone untuk melihat bagaimana manusia beradaptasi saat fokusnya berkurang.

Riset serupa pernah dilakukan oleh Universitas Queensland, Australia. Yang menemukan bahwa orang yang sibuk menatap handphone atau texting saat berjalan, cenderung untuk berjalan berlama-lama, enggak peduli lingkungan sekitar dan kemungkinan kehilangan keseimbangannya. Texting sambil berjalan bisa merusak postur karena terus-terusan nunduk membuat tubuh cenderung bungkuk. Di Chongqing, Cina, bahkan dibikin jalur khusus untuk orang-orang yang berjalan sambil terpaku ke handphone-nya. Jalur ini dibuat di sebuah taman bermain, dinamai Foreigner Street.