Beberapa waktu lalu Netflix sempat mengumumkan bahwa kini rival terberat mereka bukanlah channel tv ataupun media lainnya, melainkan game yakni Fortnite. Permainan game tembak-tembakan online itu membuat Netflix memutar otak untuk mengantisipasi penurunan pelanggannya.

"Kami punya data para pelanggan, mulai dari mobile hingga televisi. Kami sangat jauh dari para kompetitor lainnya. Kami justru harus bersaing (dan kalah) dengan Fortnite, bukan HBO," tutur Netflix dalam rilis yang beredar.

Hingga akhir 2018 lalu, Netflix memiliki 139 juta pelanggan. Sementara Fortnite terus bertambah dan menyentuh angka lebih dari 200 juta pemain. Game tersebut juga berhasil mengumpulkan 2,4 miliar dollar atau senilai Rp 32 triliun dari mikro transaksi yang dilakukan para pemain.



Namun tak hanya Fortnite yang ditakuti Netflix, kini muncul game baru bertajuk Apex Legends. Game besutan Electronics Art (EA) itu kini tengah ramai digandrungi para gamers. Di hari ketiga peluncurannya saja, ia berhasil menggaet 10 juta pemain. Pertumbuhan mereka disebut-sebut lebih cepat daripada Fortnite.

Bertipe sama, Apex Legends saat ini hanya tersedia di konsol ataupun PC. Mereka memiliki grafis yang lebih kece daripada Fortnite, sehingga membuat para player seperti bermain game shooter seperti Call of Duty dan lainnya. Hal ini yang disebut menjadi faktor peralihan para gamers Fortnite menuju Apex Legends.

Selain itu mereka juga menyediakan item, skin dan lainnya yang bisa dibeli dan dapat menambahkan stat Anda, sehingga tak hanya tampilan saja yang lebih kece, karakter Anda-pun jadi lebih hebat. Tentu saja hal itu akan mendatangkan uang yang sangat banyak bagi developernya.

Wah, pantas saja Netflix takut!