Dua bulan setelah diluncurkan perdana, Sony akhirnya memutuskan buat membawa kamera full frame A7C ke Indonesia. Kamera ini digadang sebagai kamera full frame dengan body paling kecil dari Sony.

Nggak cuma itu saja bro. Sony Alpha A7C juga diberi label kamera full frame paling ringan di dunia. Secara desain, Sony sepertinya mengambil inspirasi dari kamera mirrorless yang sudah beredar di pasaran.

Warnanya merupakan gabungan antara hitam dan juga abu-abu dop dengan dial-dial yang didesain berwarna steel juga. Sony Alpha A7C di Indonesia akan bisa mulai di dapatkan pada Desember 2020.

Begini spesifikasi dari Sony Alpha A7C.

Kamera ini hadir dengan ukuran fisik 124 mm x 71.1 mm x 59.7 mm. Beratnya hanya 509 gram saja bro. Sony membekali  kamera ini dengan Electronic Viewfinder 2,36MP di sisi kiri belakang kameranya.



Sensor gambarnya full frame di resolusi 24MP BSI CMOS. Sudah didukung dengan IBIS (in body image stabilizer) hingga 5 stop. Sementara di bagian mesinnya, Sony Alpha A7C dibekali prosesor gambar Bionz X dengan sensitivitas ISO hingga 51.2000.

Di bagian belakang kamera ada beberapa tombol yang tetap dipertahankan meski ukuran kamera yang amat kecil. Mulai dari tombol navigasi dan sederet tombol lainnya juga. Selain itu ada layar yang bisa diputar ke segala arah dengan ukuran 3 inci dan sudah mendukung sentuhan.

Dengan spesifikasi mesin dan sensornya, Sony Alpha A7C bisa dipakai buat merekam video hingga resolusi 4K di 30fps atau 1080p di 120 fps. Bitrate perekaman di kedua resolusi mencapai 100Mbps.

Di Indonesia, Sony Alpha A7C akan dipasarkan dengan beberapa paket. Mulai dari boy-only, hingga versi kit dengan lensa SEL 28-60mm f/4-5.6. Banderolnya berturut-turut Rp 26,9 jutaan dan Rp 31,9 jutaan.