Jadi, di balik parfum yang lo pakai sehari-hari, ada proses kreatif dan teknis yang cukup panjang. Yuk, kenalan lebih jauh sama profesi ini!
Apa Itu Parfumer dan Apa Pekerjaannya?
Parfumer sering disebut the nose karena mengandalkan kepekaan penciuman untuk mengenali dan mengombinasikan berbagai aroma. Namun, pekerjaannya nggak sekadar memilih wangi yang enak. Parfumer juga perlu memahami karakter bahan, bagaimana aroma berinteraksi, dan bagaimana formula dikembangkan agar sesuai dengan tujuan produk.
Baca Juga: Parfum Pria Terbaik: Pilih Aroma yang Cocok buat Lo
Prosesnya biasanya dimulai dari brief yang menjelaskan konsep parfum, target pengguna, karakter aroma, dan budget produksi. Setelah itu, parfumer menyusun formula, mencoba berbagai kombinasi bahan, lalu mengevaluasi dan memperbaikinya sampai mendapatkan hasil yang sesuai.
Oleh karena itu, profesi parfumer membutuhkan kombinasi kreativitas, pengetahuan tentang bahan wewangian, dan kemampuan mengevaluasi aroma secara detail.
Dari Mana Bahan Baku Parfum Berasal?
Bahan parfum bisa berasal dari sumber natural maupun sintetis. Keduanya punya peran penting dalam menciptakan aroma yang beragam.
- Bahan natural: Berasal dari sumber alam, terutama tumbuhan, seperti bunga, kulit jeruk, kayu, dan rempah. Contohnya bergamot, mawar, dan sandalwood.
- Bahan sintetis: Dibuat melalui proses kimia untuk menghasilkan aroma tertentu, meniru karakter bahan natural, atau menciptakan wangi yang sulit diperoleh dari ekstrak alami.
Baca Juga: Parfum Fresh Tahan Lama dan Tips Biar Awet
Bahan sintetis bukan berarti kualitasnya lebih rendah. Justru, penggunaannya membantu parfumer menciptakan aroma yang konsisten, mengembangkan karakter baru, dan mengurangi ketergantungan pada bahan alam tertentu.
Salah satu bahan yang dikenal langka dan bernilai tinggi adalah oud atau agarwood. Bahan ini berasal dari kayu pohon Aquilaria yang membentuk resin aromatik dalam kondisi tertentu. Aromanya dikenal woody, earthy, smoky, dan sedikit manis.
Oud natural bisa bernilai mahal karena pembentukan resin aromatiknya nggak selalu terjadi, sementara kualitas bahan dan proses ekstraksi juga memengaruhi hasil akhirnya. Meski begitu, nggak semua parfum beraroma oud menggunakan minyak oud natural. Karakter serupa juga bisa dibangun dengan bahan sintetis.
Bagaimana Proses Pembuatan Parfum?

Source: Pexel
Cara membuat parfum untuk produk komersial nggak sesederhana mencampurkan beberapa bahan yang wanginya disukai. Ada sejumlah tahap yang perlu dilalui untuk menghasilkan aroma sesuai konsep.
-
Menentukan konsep: Parfumer menerima brief tentang karakter aroma, target pengguna, dan tujuan produk yang akan dibuat.
-
Memilih notes: Bahan dipilih untuk membentuk karakter aroma dari awal penyemprotan hingga tahap akhir.
-
Blending: Berbagai bahan dicampurkan dalam proporsi tertentu untuk menghasilkan formula awal.
-
Evaluasi dan revisi: Formula dicoba berulang kali untuk menilai keseimbangan aroma. Jika belum sesuai, komposisinya diperbaiki.
-
Maceration dan pengujian: Formula dapat didiamkan untuk membantu perkembangan atau penyatuan aroma, lalu dievaluasi kembali. Durasi dan kebutuhannya bergantung pada formula.
-
Finalisasi: Setelah formula disetujui, parfum dilanjutkan ke tahap produksi dan pemeriksaan mutu.
Proses tersebut bisa melibatkan banyak percobaan sebelum aroma yang diinginkan tercapai. Jadi, kalau lo menemukan parfum terkenal dengan karakter yang terasa khas, ada proses pengembangan di balik formula yang akhirnya dipasarkan.
Tingkatan Konsentrasi Parfum
Saat memilih parfum, lo mungkin sering menemukan label parfum, Eau de Parfum (EDP), Eau de Toilette (EDT), atau Eau de Cologne (EDC). Istilah ini umumnya merujuk pada kategori konsentrasi bahan pewangi dalam formula.
|
Jenis |
Kisaran konsentrasi umum |
Karakter |
|
Parfum atau extrait |
Sekitar 15–40% |
Cenderung lebih pekat |
|
Eau de Parfum (EDP) |
Sekitar 10–20% |
Umumnya memiliki intensitas cukup kuat |
|
Eau de Toilette (EDT) |
Sekitar 5–15% |
Sering terasa lebih ringan |
|
Eau de Cologne (EDC) |
Sekitar 3–8% |
Umumnya ringan dan segar |
Rentang tersebut hanya gambaran umum karena standar tiap produsen bisa berbeda. Konsentrasi yang lebih tinggi juga nggak otomatis bikin parfum lebih tahan lama. Komposisi bahan, kondisi kulit, dan lingkungan ikut memengaruhi ketahanan aroma.
Tips Memilih Parfum untuk Pemula

Source: Pexel
Baru mulai mencoba parfum? Nggak perlu langsung membeli botol ukuran besar. Lo bisa mulai dengan beberapa cara berikut untuk menemukan aroma yang cocok.
- Coba di blotter: Semprotkan parfum pada kertas tester untuk mengenali aroma awalnya tanpa mencampurnya dengan aroma kulit.
- Tes di kulit: Kalau tertarik, coba sedikit parfum di kulit untuk melihat bagaimana aromanya berkembang.
- Tunggu dry-down: Jangan langsung menilai parfum dari semprotan pertama. Beri waktu agar lo bisa mengenali perubahan aroma setelah notes awal memudar.
- Sesuaikan dengan aktivitas: Pilih aroma yang nyaman untuk kegiatan harian, bekerja, atau acara malam sesuai preferensi lo.
- Jangan buru-buru membeli: Coba beberapa aroma dan beri waktu untuk mengenali mana yang paling nyaman dipakai.
Dengan mencoba secara langsung, lo bisa memahami karakter parfum dengan lebih baik daripada hanya mengandalkan deskripsi notes atau rekomendasi orang lain.
Kenalan sama pekerjaan parfumer bikin lo tahu ada proses kreatif panjang di balik aroma yang biasa dipakai. Cerita tentang profesi dan minat seperti ini bisa lo eksplorasi lagi lewat bahasan lifestyle di LAZone, dari grooming sampai inspirasi orang-orang kreatif.
Lanjut baca di website LAZone atau follow @lazone.id buat topik lainnya.
FAQ Dunia Parfum
- Apa itu profesi parfumer?
Parfumer adalah profesional yang merancang dan mengembangkan formula aroma untuk parfum maupun produk wewangian lainnya. Pekerjaannya mencakup pemilihan bahan, pencampuran, dan evaluasi aroma.
- Apa itu piramida wangi (top, middle, base notes) dalam racikan parfum?
Top notes adalah aroma yang pertama kali tercium, middle notes muncul saat parfum mulai berkembang, sedangkan base notes memberikan karakter aroma pada tahap akhir pemakaian.
- Dari mana bahan baku parfum berasal?
Bahan baku parfum bisa berasal dari sumber natural, seperti bunga, kayu, dan rempah, serta bahan sintetis yang dibuat melalui proses kimia. Keduanya bisa dikombinasikan untuk menghasilkan karakter aroma yang diinginkan.
