Supreme Identik dengan Skateboard, Ini Sejarahnya!

LAZONE.ID - Supreme ingin menjadi bagian dari budaya hip hop, punk rock.

Sekarang banyak banget anak-anak muda yang tergila-gila sama brand bernama Supreme. Apalagi kalo lagi ke pusat perbelanjaan, banyak banget tuh yang pakai pernak-pernik Supreme.

Supreme merupakan brand yang udah mendunia enggak cuma di barat aja, tapi juga sampai ke Indonesia. Mungkin diantara lo juga ada yang juga tergila-gila sama supreme. Tapi walaupun gitu, masih banyak nih yang belum tau sejarah terbentuknya Supreme, orang di balik brand itu hingga visi dan misi brand tersebut.

Jadi, awalnya Supreme terbentuk sebagai toko perlengkapan skateboard dan juga pakaian streetwear. Berdiri di New York, Amerika Serikat pada April 1994, Supreme ingin menjadi bagian dari budaya hip hop, punk rock hingga budaya yang melibatkan anak-anak muda.

Orang yang pertama yang mendirikan Supreme ialah James Jebbia. Ia merupakan seorang cowok yang lahir di Amerika Serikat namun tinggal di Inggris sampai dia berusia 19 tahun.

Toko pertama Supreme sendiri didirkan di Lafayette Street di kota Manhattan pada 1994. Toko itu sengaja didesain sedemikian rupa biar para skaters tertarik masuk ke dalam sambil melihat-lihat produk Supreme.

Saat itu, James membutuhkan uang sekitar 12 ribu dollar AS untuk membuka toko pertama Supreme. Karyawan pertamanya ialah Gio Estevez.

James pernah belajar tentang industri retail saat bekerja di sebuah toko bernama Parachute di SoHo, dengan Eddie Cruz, yang saat ini jadi pendiri Undefeated.

Sebelum mendirikan Supreme, ternyata James juga pernah mendirikan Union, salah satu dari produk Streetwear di dunia. Enggak cuma itu, James juga pernah membantu pembukaan toko Stussy di New York pada 1991.

Nah, jadi udah terbukti kan kalo James memang punya pengalaman yang banyak dalam mendirikan sebuah brand yang bisa memikat hati para anak-anak muda.