Untuk kita yang membuat film secara independent, mungkin akan mengerjakan film secara keroyokan. Atau jika ada strukturisasi disana, jabatan-jabatannya tidak akan kaku. Sangat fleksibel. Terkadang sutradara juga merangkap penata lampu. Atau script writer bisa merangkap penata rias. Sekarang mari kita mengintip sedikit ke dapur film besar.   Di pembuatan film besar, jabatan memegang peran penting. Jabatan seperti line producer, associate producer atau co-producer sangat berbeda perannya dengan producer atau executive producer. Antara producer dan Executive Producer sendiri sebenarnya berbeda, namun ada ambiguitas yang menyebabkan dua jabatan tersebut hanyalah sebutan atas perbedaan persepsi belaka.   Secara umum, producer adalah yang memegang aspek bisnis dalam sebuah karya film. Seorang producer biasanya mempunyai production house, lengkap dengan kru yang menangani kreatif, teknis, dan finansial. Seorang producer biasanya terlibat kontrak dengan sebuah motion picture studio. Producer juga harus terlibat dalam produksi film mulai dari membaca naskah awal sampai promosi film.   Executive Producer sebaliknya tidak terlibat dalam proses produksi film. Gelar Executive Producer lebih sering diberikan pada private investor atau orang yang mendanai jalannya proses produksi. Walaupun otoritas besar ada di tangan produser, Executive Producer berhak memastikan produksi film itu tepat dengan jadwal tayangnya. Selain itu, gelar Executive Producer juga bisa diberikan pada orang yang terlibat pada ide awal pembuatan script.   Belakangan ini terjadi perdebatan di industri hiburan. Pada credit title, sering kali kontributor dalam hal dana maupun script disebut sebagai Executive Producer. Ini sering menyebabkan ketidakadilan bagi Produser. Hal ini berarti mengartikan bahwa kontribusi banner-ads