Salah satu fenomena indie yang saat ini tengah populer di kalangan anak muda di Indonesia adalah film. Dengan peralatan seadanya, mereka mencoba memproduksi film-film independen sendiri. Awalnya hanya untuk kepuasan pribadi dan hanya dipertontonkan kepada teman-teman, namun justru kemudian menyebar di masyarakat. Sampai-sampai digelarlah Festival tersendiri untuk film independen.
Untuk melihat lebih dekat fenomena ini, kami menemui sejumlah anak muda di Bandung yang sangat tergila-gila pada film independen. salah satunya adalah Nugie yang sudah memproduksi sejumlah film-film independen. Anak muda ini mengaku membuat film awalnya untuk kepuasan sendiri. Baginya, memproduksi film independen tidak terlalu sulit dan tidak memakan biaya yang mahal. Lebih dari itu, film Indie, bagi Nugie adalah lambang kemandirian dan juga keberanian untuk melakukan sesuatu yang berbeda
Hampir senada dengan Nugie, Raka, juga seorang sutradara film independen, mengatakan, yang justru ditonjolkan dalam film indie adalah ide dan kreatifitas. Peralatan sendiri masih sangat terbatas. Namun justru karena keterbatasan dana dan alat ini maka film indie memang rata-rata kurang bagus kualitasnya. Namun bagi Raka, ini bukan masalah. Kalau punya sarana yang lengkap, menurutnya itu bukan lagi Indie.
Lantas bagaimana dengan reaksi masyarakat? Banyak yang menilai bahwa film indie disukai lebih karena dia membawa sesuatu yang berbeda setelah sekian lama masyarakat dicekoki oleh film-film holywood. Ini misalnya nampak dari jawaban Leoni, seorang peminat film indie di Bandung, ketika ditanya apa yang menurutnya menarik dari film indie. Bagi Leonie, film-film Hollywood selalu happy ending. Ini katanya berbeda dengan film-film Indie.
Sayangnya, menurut Leoni, belum semua orang menyukai film indie. Kalaupun film jenis ini jadi trend, itu lebih karena keinginan para sutradaranya untuk tampil dan dikenal.
Namun menurut Nugie, juga seorang sutradara, sudah banyak upaya untuk memperkenalkan film indie ke masyarakat. Salah satunya adalah lewat ajang festival, dan ini berperan besar dalam mempopulerkan film indie.
Maka, berangkat dari keterbatasan fasilitas dan dana tapi dengan idealisme yang terus menggebu, bukan tidak mungkin bahwa film indie bakal jadi cikal bakal film Indonesia di masa depan. Anggap saja orang-orang seperti Raka dan Nugie tengah menggembleng diri untuk bisa jadi sutradara terkenal di masa depan.
Disadur dari : Mediacorp.com