Nah, diera 80-an, ditengah-tengah rimba film panjang yang banyak terdapat dipasaran, muncul apa yang dinamakan
short subject yang kemudian lebih dikenal dengan
short film. Istilah short film ini digunakan untuk film non komersial yang secara substansial memang lebih pendek dari feature film yang kemersil. Kenapa nggak komersil? Alasannya adalah karena biasanya short film itu mengambil tema atau topik yang kelewat susah dan njelimet (ini yang malah biasanya dihindari sama film-film komersil). Keuntungannya cuma ada di si pembuat film yang merasa bebas banget dalam membuat film dan bisa mengambil resiko apapun terhadap film yang digarapnya. Biasanya film-film pendek ini mengandalkan pada festival dan juga exhibition untuk bisa masuk ke ruang publik.
Menurut aturan Academy of Motion Picture Arts and Sciences, film panjang itu durasinya antara 40-80 menit, sedang untuk film pendek durasinya tentunya lebih pendek dari 40 menit. Film pendek ini lazimnya populer dan dianggap sebagai langkah pertama para sineas muda. Karena biasanya film pendek ini lebih murah dan lebih gampang untuk dibuat. Alasan lainnya adalah karena kalau kamu buat film pendek, film ini bisa ditonton sama orang yang mau ngebiayain proyek kamu selanjutnya (yah itung-itung unjuk kemampuan lah).
Sumber berita: berbagai sumber