Kalau mau memulai debut sebagai pembuat film indie, ada baiknya loe tahu soal peta bisnis perfilman dunia, setidaknya loe jadi tahu siapa dan bagaimana lawan yang harus diatasi. Kita bakal ngenalin soal sistem studio sama loe semua yang mau tahu soal industri film.
Ini adalah sebuah sistem yang dibuat sama raksasa perfilman Amerika, yang intinya adalah untuk melindungi kelangsungan bisnis mereka. Sistem studio ini adalah salah satu cara untuk memproduksi dan juga mendistribusikan film yang populer di Hollywood pada akhir era film bisu (di tahun 1927 sampai 1948). Nah di era sistem studio inilah perfilman di Amerika dikenal dengan sebutan
The Golden Age Of Hollywood.
Kata-kata sistem studio sendiri sebenarnya mengacu pada sebuah industri yang mengarah ke integrasi vertikal. Dalam artian sebuah studio sistem itu punya sistem produksi dan distribusi secara lengkap. Karena melakukan sistem ini, studio-studio besar di Hollywood bisa menjadi semakin besar dan mengeruk keuntungan yang lumayan. Dengan sistem ini mereka dapat berproduksi dengan cara yang lebih 'ekonomis', karena biasanya untuk sistem studio sebuah studio film sudah memiliki jajaran kru, sutradara, pemain dan juga jaringan distribusi dan teater sendiri.
Untuk beberapa studio mereka bahkan memiliki sistem penjualan yang namanya block booking, dengan sistem ini film dijual ke teater sebagai sebuah unit yang biasanya terdiri dari 20 film yang 'curangnya' cuma berisi satu dan dua film bagus (yang dibuat dengan budget miliaran dollar) dan film lainnya adalah film-film kelas B yang cuma dibuat dengan budget seadanya. Sistem ini dibuat sebenarnya untuk mempertahankan keuangan studio.
Beberapa studio besar yang mengadopsi sistem studio ini adalah Columbia, Universal, 20th Century-Fox, Paramount, Warner Bros dan Metro-Goldwyn-Mayer.
Sumber foto: www2.warnerbros.com