The Bannery, Dari Indie Jadi Musisi Yang Diminati

LAZONE.ID - Memulai karir lewat ajang LA Indiefest 2009, kini The Bannery menjadi a real musician dan diminati banget sama pasar musik Indonesia.

Galau abis diputusin? Nggak usah sedih Bro, hajar aja sama lagu-lagu keren. LA-lights menyarankan lagunya The Bannery berjudul Karena Dia. Liriknya pas banget buat loe yang tersakiti, pada bagian ‘dia… adalah penghancur, penghancur hidupku’ loe bisa teriak keras-keras dan luapkan emosi. Dijamin bentar lagi loe udah balik lagi. Thanks to The Bannery yang udah bikin lagu kece kayak gitu!

Tahu nggak, kalau Bannery adalah jebolan ajang Meet The Labels yang dulunya bernama LA LIGHT Indiefest? Yup, band yang beranggotakan Rafly (bass & vocal), Yudi (rhytm guitar & vocal), Egi (lead guitar & vokal) dan Adam (drum) ini sukses menyabet juara tiga dan kini terbang menjadi musisi paling diminati di industri musik kita.

Semenjak mengikuti LA Indiefest, The Bannery banyak mendapatkan pencapaian unik yang bikin iri. Mulai punya dua album dan berencana membuat yang ketiga, tampil di event-event famous, hingga punya fan base yang besar banget.

Rafly mengungkapkan gimana LA Indiefest mengubah jalan hidup mereka. Menurut vokalis band bertema retro klasik ini, ajang tersebut sebagai jembatan yang menghubungkan The Bannery dengan labels hingga akhirnya sukses seperti sekarang.

© Kapanlagi

Rafly menambahkan kalau MTL ini ajang yang sama sekali beda dari yang lain. Asal musik loe bagus dan berkualitas, maka loe berkesempatan menjadi pemenang. Para jurinya sendiri adalah orang yang bener-bener ngerti musik, jadi loe bisa mengetahui seberapa berkualitasnya musik yang loe bawa.

Sekarang kesempatan terbuka lebar untuk siapa pun yang pengen bikin industri musik kita makin colorful. Yup, loe bisa mengikuti jejak The Bannery lewat ajang Meet The Labels, Bro!

Ada satu tips unik yang pengen dibagi Rafly buat loe. Show your best saat audisi, jangan terlalu banyak berinteraksi dengan peserta lain yang hanya bikin loe kehilangan banyak energi dan fokus. Kalau juri menilai karya loe kurang greget, perbaiki lagi dan bikin mereka kesengsem tahun depan.

Jadi, kapan giliran loe ngisi venue musik besar di Indonesia dan punya album sendiri?