Kembali, pemerintahan Jokowi disoroti tajam oleh berbagai kalangan. Setelah menaikturunkan harga BBM, membatalkan peraturan kenaikan uang DP mobil pejabat yang terkesan cuci tangan, kini sang presiden menyetujui rencana untuk bikin gedung baru DPR. Di tengah ekonomi rakyat yang lagi nggak stabil seperti ini, apakah wacana ini pas untuk dilakukan?

Tentu aja banyak yang makin mengumpat pemerintah mengetahui rencana pembangunan ini. Gimana bisa presiden malah menyetujui pembangunan gedung saat rakyat kelimpungan menghadapi hidup. Tarif gas dan listrik naik, harga kebutuhan makin melambung, hingga yang paling bikin miris adalah hilangnya subsidi BBM.

Tentu aja beribu alasan diungkapkan mengenai hal ini. Ada yang mengatakan DPR butuh museum dan perpustakaan sehingga harus dilakukan renovasi. Ada pula yang mengatakan harus segera diperbarui karena alasan keamanan dan makin padatnya penghuni gedung DPR. Hingga yang paling klasik seperti meningkatkan kerja.

© Merdeka

Alih-alih dibikin gedung baru, kenapa nggak digunakan untuk sektor lain aja misalnya pendidikan dan program pelayanan masyarakat. Toh, gedung DPR selama beberapa tahun ini tetap tegak berdiri tegak tanpa kendala apa pun. Gedung DPR udah oke banget, tinggal gimana caranya memanfaatkan. Gedung baru pun apa menjamin semuanya bakal langsung berubah drastis?

Ada indikasi pula kalau ini semacam hadiah yang diberikan Jokowi kepada para pejabatnya. Buktinya, loe pasti nggak pernah sekali pun mendengarkan protes keras anggota dewan ketika BBM dan harga-harga naik. Kalau gini, jangan salahin rakyat deh kalau kepercayaan kepada anggota DPR makin menurun bahkan hilang sama sekali. Jadi, gimana menurut loe?