Merdeka.com --- Penghentian sebagian aktivitas pemerintah federal AS karena belum adanya kesepakatan mengenai anggaran, bakal berdampak besar pada ekonomi dunia. Ekonom Anwar Nasution mengatakan, tutupnya sebagian aktivitas pemerintahan AS berpengaruh pada mitra dagang utamanya yakni China. "Amerika pasar besar bagi ekspornya China itu," ujarnya dalam diskusi di Gedung Energi, Jakarta, Jumat (4/10). Dia melihat, jika ekspor China ke AS terganggu, maka akan berdampak pula pada permintaan batu bara dari Indonesia. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan energi industri dalam negerinya, China mendatangkan batu bara dengan kapasitas besar dari Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia juga terkena dampaknya secara tidak langsung. "Kita akan muntah darah. China itu ekspor perlu batu bara atau energi atau jenis bahan baku, nah besarnya dampaknya sekali," ungkapnya. Meski begitu, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mengeluarkan langkah antisipasi atas tutupnya sebagian aktivitas pemerintahan AS. Empat kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah pada Agustus lalu, tidak sepenuhnya bisa menyelamatkan perekonomian nasional.