Duel antara Andrea Dovizioso dan Marc Marquez, kembali terjadi. Serupa dengan kejadian di MotoGP Austria 2017.banner-ads

Marquez mengatakan Dovizioso sedang bermain-main dengannya. Pertempuran sengit terjadi antara keduanya dari sejak start.

Dovizioso yang memulai balapan di posisi ketiga langsung menyusul Marquez sebagai pole position. Austria memang dianggap sirkuit yang ramah dengan Desmosedici.

“Enam atau tujuh lap terakhir ia bermain dengan saya. Dia menutup gas beberapa kali di jalan lurus dan dia memiliki pegangan yang lebih baik di sudut keluar,” kata Marquez.

Marquez mengaku punya kekuatan pada pengereman. Meski ia juga mengambil banyak risiko.

“Aku bilang oke kita akan mencoba, tetapi hanya pada sebuah batas. Saya tidak akan melakukan sesuatu yang gila, jadi untuk alasan itu saya memulai putaran terakhir di depan dan mencoba bertahan karena saya tidak dapat menyerang," tuturnya.



Meski akhirnya Marquez memiliki peluang kecil untuk memenangkan perlombaan. Namun, di sudut terakhir di final lap, sebuah manuver cantik dari Dovizioso membuatnya tertinggal.

"Saya mencoba tetapi itu tidak mungkin, yang terpenting adalah kami berjuang tetapi kami selesai bersama dengan Dovi di lap terakhir. Itu adalah hal terpenting dalam kejuaraan,” tuturnya.

Sementara, sang juara lomba, Dovizioso mengakui bahwa dia menggunakan taktik itu dua kali selama balapan untuk menghentikan ritme pengereman Marquez. Ia mengaku tahu benar, rider Repsol Honda itu punya kekuatan di sana.

“Saya bermain tidak dengan kecepatan, karena jika saya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan sendirian, saya akan menyelesaikannya,” jelas Dovizioso.

“Saya bermain di dua kali lintasan lurus karena jika Anda menyalip pengendara dan Anda berada di depan, pengendara di belakang, terutama Marc, ia mampu mengerem kemudian dan bisa berada di dalam dan mengendalikan rem.