Dikalahkan Anak Didik, Rossi 'Tutup' VR46 Academy

LAZONE.ID - Ini pernyataan Valentino Rossi usai dikalahkan dua rider VR46 Academy di GP San Marino.


MotoGP San Marino merupakan balapan kandang buat Valentino Rossi. Dan, para pembalap VR46 Academy membuktikannya.

Mugello, tentu saja, adalah akhir pekan yang sangat spesial bagi Rossi. Tapi Misano hanya berjarak 20 menit dari Tavullia, rumah bagi VR46 Academy dan tempat para rider menghabiskan banyak waktu mereka untuk berlatih di Ranch.

Mereka juga menghabiskan banyak waktu berkeliling sirkuit Misano dengan mengendarai sepeda jalan raya. Pada Grand Prix San Marino, empat pembalap VR46 berbicara banyak.

Dalam balapan Moto2, Luca Marini dan Marco Bezzecchi terbukti tidak terkalahkan. Pasangan tim SKY VR46 itu juga ada di puncak podium.

Di kelas MotoGP, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia jadi peraih podium teratas. Sayang, Rossi gagal menggenapi kebahagiaannya setelah disusul oleh Joan Mir untuk menempati tempat ketiga.

“Saya punya berita besar. Apakah kamu siap? Kami memutuskan untuk menyelesaikannya. Setelah finis pertama dan kedua Marini dan Bezzecchi, dan Morbidelli dan Bagnaia di Misano, di mana mereka finis di depan saya, kami memutuskan untuk menutup Akademi. Saya membicarakannya dengan Uccio. Kami menyelesaikannya dengan hebat. Itu sangat indah, kami melakukan pekerjaan luar biasa," seloroh Rossi.



“Selama balapan, ketika Bagnaia menyalip saya dan Franco sudah di depan, saya mulai berpikir, siapa yang punya ide untuk membangun Akademi? Setelah saya juga memikirkannya dan saya tidak bisa kecewa kepada siapa pun karena saya yang memiliki ide tersebut. Namun, setelah kemenangan itu, saya yakin hanya akan berbicara tentang sepakbola dengan Franco.”

Tentu saja, Rossi mengatakan semua ini dengan bercanda. Melihat para pembalap menang adalah target dan alasan mengapa Akademi didirikan. Setelah juga bercanda kepada motogp.com tentang ide siapa yang mendirikan Akademi, Rossi pun memuji keempat pembalapnya.

“Kami sangat bangga dengan pembalap kami karena itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. Dan juga saudara saya, Luca, dan Bez, finis pertama dan kedua di Moto2. Jadi bagi kami itu adalah sesuatu yang tidak kami harapkan. Hormat saya selama balapan ketika saya berada di belakang Franco dan Pecco menyusul saya, saya pikir bukanlah ide yang bagus untuk membuat akademi ini. Tapi dari sisi lain kami sangat bangga dengan pekerjaan para pembalap kami,” ungkapnya.