Siapa yang gak terkejut ketika melihat Liverpool kalah oleh Aston Villa dengan skor telak 7-2 di gameweek ke-4 Premier League?

Sang juara bertahan menatap asa untuk terus meraih kemenangan demi kembali bersaing di papan atas klasemen musim ini. Terlebih rival sekota mereka, Everton sekarang adalah pemuncak klasemen. Mereka rasanya percaya diri ketika harus menghadapi Aston Villa yang musim lalu bahkan nyaris degradasi.

Sayangnya, Liverpool sedang dihantam badai cedera ditambah Sadio Mane yang dinyatakan positif COVID-19 beberapa hari sebelum pertandingan tersebut. Alhasil mereka kehilangan tiga pilar utama ketika harus bertandang ke Villa Park.

Tapi menurut sebagian orang, bukan itu yang jadi penyebab kekalahan memalukan tersebut.banner-ads


Jamie Carragher, legenda Liverpool yang sekarang jadi pundit menyayangkan hal tersebut dan menyalahkan Klopp sebagai biang utama kekalahannya. Dirinya mengaku hampir tertawa melihat hasil tersebut, meski sebenarnya kesal sekaligus sedih setelah melihat papan skor.

Klopp emang terkenal sering menerapkan taktik yang sarat akan pressing dengan intensitas tinggi. Ini membuat para pemainnya punya defense line yang sangat tinggi pada pertandingan tersebut. Sayangnya, beberapa pemain pelapis yang hadir malam tersebut gak siap dengan taktik yang diterapkan Klopp.

Contoh aja Joe Gomez yang sering telat untuk balik ke daerah pertahanannya dan bikin Van Dijk kerepotan melakukan recovery bola. Adrian di bawah mistar gawang juga punya positioning yang buruk dan beberapa kali mati langkah ketika ada serangan balik.


"Bagi saya, meski Liverpool punya rekor pertahanan yang bagus, saya tidak menyukai [strateginya]. Saya tidak sepakat dengan itu, cara mereka mencoba menjebak orang dengan perangkap offside," ujar Carragher.

Bahkan ada statistik mengejutkan. Penguasaan bola pada pertandingan tersebut adalah Liverpool 69% berbanding dengan Aston Villa yang hanya 31%. Namun dari 31% penguasaan tersebut mereka berhasil mencetak 7 gol. Ini karena pasukan penghuni Villa Park mampu memanfaatkan kelemahan bek Liverpool yang sering gagal recovery pertahanan.

Meski begitu, banyak yang masih optimis Klopp mampu memperbaiki performa timnya selama international break. Lagipula, musim ini masih panjang banget kan, Bro?