'King Kenny' juga jadi pemilik tim KR Yamaha bersama Wayne Rainey dan John Kocinski. Pada tahun 1997, Roberts kemudian mengubah timnya menjadi konstruktor, mengambil alih pabrikan Jepang yang dominan dengan merancang, membangun, dan memacu mesin grand prix mereka sendiri.

Mesin triple two-stroke 500cc mereka mengambil posisi terdepan. Tapi motornya benar-benar berbeda dari tim lain.
"Dari sedikit yang saya tahu, orang Jepang tidak bisa mengendarai motor saya karena kepala kemudi terlalu curam. Mereka tidak bisa mengendarainya. Itu terlalu berguncang dan bergetar, mereka tidak menyukainya," katanya.
Selain itu, Roberts juga berkomentar tentang sosok Marc Marquez. Saat tampil di COTA, Marquez yang mengalami crash dianggapnya terlalu nyaman dengan diri sendiri.
"Ya itu akan membuatnya mengalahkan dirinya sendiri. Seseorang harus benar-benar meningkatkan dan menekannya bahwa dia perlu melakukan kesalahan dan saat ini saya tidak melihat itu terjadi," tuturnya.
