Fabio Quartararo menjalani balapan tersulitnya musim ini di Aragon. Ia berjuang keras buat naik podium meski harus finish di posisi kedelapan.

Tapi di balik usahanya itu, rider Yamaha tersebut mengalami masa sulit. Ia mengeluhkan ban belakang yang membuatnya sulit.

“Saya berharap bisa bertarung untuk podium setelah pemanasan karena saya merasa hebat dan dengan 26 lap, saya bisa melakukannya dengan baik,” kata Quartararo.

Baca Juga: Quartararo Ungkap Kelemahan Di Aragon



“Tapi sejak awal balapan, saya merasa ban belakang saya tidak bekerja seperti biasa. Saya turun, terus turun. Satu-satunya hal positif hari ini adalah saya berjuang untuk posisi saya dan saya tidak menyerah. Hanya untuk posisi 7, 8 dan 9, tetapi saya melakukannya sampai akhir."



Quartararo mengalami penurunan serupa saat balapan di Aragon tahun lalu. Kala itu lebih dramatis lagi, karena tekanan ban depannya naik terlalu tinggi saat berada di slipstream pembalap lain.

“Hari ini ada yang tidak beres. Tahun lalu semuanya normal terlepas dari kesalahan pada tekanan ban depan. Saya tidak tahu apa yang terjadi hari ini, tetapi dari lap pertama sepertinya ban belakang saya, kami perlu memeriksa secara mendalam," ungkapnya.

Quartararo masih merasa bangga karena ia berada di posisi mendapatkan poin. "Ini bukan bencana. Dari Sachsenring kami selalu meningkatkan keunggulan kami. Bahkan di Austria, di Silverstone kami berbicara dan mengatakan mungkin kami kehilangan beberapa poin," tuturnya.