
Kini muncul sosok Johann Zarco yang menjadi sosok berharga Prancis dalam ajang Moto2. Dia berhasil menjadi juara padahal masih ada empat sisa balapan lagi. 78 poin berbeda dari Tito Rabat sudah dipastikan tak bakal terkejar.
Zarco mengawali karier balap profesional dengan turun sebagai joki motor mini Italia. Ketika itu, ia berhasil menempati peringkat kedua.
2007, ia lantas masuk ke ajang Red Bull Rookie Cup. Dari delapan kali balapan, tujuh kali ia meraih podium dengan empat kemenangan. Keren!
Cowok kelahiran 6 Juli 1990 itu lantas masuk di kelas GP125. Bersama tim WTR San Marino, ia menempati peringkat 20 pada klasemen akhir.

Kayaknya Zarco terus berlatih. Sampai-sampai pada 2010, ia naik kelas dengan finish di posisi ke-11.
2011 ia pindah ke tim Avant AirAsia Ajo Derbi. Di ajang Moto3 itu, Zarco sukses merebut kemenangan pertamakali di Motegi. Tapi dia belum bisa juara karena kalah dari Nico Terol. Zarco hanya jadi runner up.
Performa apik itu menarik Tim JIR yang langsung mengontraknya di Moto2. Tahun 2012 itu Zarco kewalahan. Bahkan, ia terhitung empat kali gagal finish.
Ia lantas pindah ke tim Ioda Racing pada 2013. Namanya mulai melambung dengan berhasil naik podium sebanyak dua kali di Migello dan Valencia.

Setahun setelah itu, ia kembali berganti tim Caterham. Lagi-lagi prestasinya naik turun. Tahun ini kayaknya jadi titik balik dalam kariernya. Ia akhirnya menjadi juara dunia bersama Ajo Motorsport.
Zarco, menang pertamakali di Motegi, juara dunia di Motegi juga!
