Roberts Satu-satunya Rider Amerika Menuju MotoGP

LAZONE.ID - Saat ini, Roberts berada di kelas Moto2 dengan penampilan yang lumayan apik untuk bisa naik kelas.

Joe Roberts memulai musim ketiganya di kelas Moto2 bulan lalu di Qatar dengan mengklaim pole position. Itu tempat pertama untuk pembalap Amerika dalam 10 tahun.

Perubahan sasis dari KTM ke Kalex di American Racing Team telah memungkinkan Roberts untuk mengeksploitasi front-end motor lebih banyak. Sementara perubahan kru, dengan Lucio Nicastro datang sebagai kepala kru dan mantan rider MotoGP, John Hopkins telah menciptakan lingkungan yang lebih santai.

Dengan banyak tempat di grid MotoGP yang berpotensi untuk diperebutkan pada 2021, sebuah penampilan yang kuat di awal balapan Moto2 ketika musim sedang berlangsung dapat menawarkan Roberts kesempatan untuk melangkah ke kelas utama.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, Hopkins mengatakan dia yakin Roberts bisa berhasil melakukan transisi seperti itu.

“Saya percaya gaya balapan Joe dan kemampuannya dan itu terserah dia. Tetapi saya merasa bahwa gaya balap dan caranya, gaya balap dan bakatnya, saya pikir dia bisa berhasi ke MotoGP dan keluar dengan cukup baik,” kata Hopkins.



Roberts memang tengah jadi sosok yang kuat karena sebagai satu-satunya pembalap asal Amerika di paddock. Kesuksesan di Moto2 musim ini pun bakal jadi sesuatu yang bagus.

"Itu jelas tujuannya dan niatnya, tapi aku bilang terserah. Dia mungkin ingin tetap di Moto2 setahun lagi dan mencoba mendapatkan kejuaraan sebelum naik kelas," tuturnya.

Rider Amerika belum pernah berlomba di kelas premer sejak 2014, dan bahkan pada saat itu, musim terakhir Colin Edwards hanya bertahan 10 balapan, sementara kemenangan Ben Spies di Assen pada 2011 mewakili kemenangan terakhir negara itu di MotoGP.

Hopkins mengungkapkan, dia sudah berhubungan dengan orang di MotoGP untuk mencoba dan mengatur pertemuan dengan Roberts.

"Saya sebenarnya sudah berhubungan dengan beberapa kontak saya di MotoGP yang mencoba untuk mengatur pertemuan untuknya dan berbicara dengannya jika itu rute yang ingin ia tuju. Tapi pada akhirnya, itu sepenuhnya terserah dia, itu adalah peningkatan pembelajaran yang curam," tukasnya.