Kemarin tepat dua tahun sejak kemenangan MotoGP terakhir Valentino Rossi. Ia ketika itu menang di MotoGP Belanda 2017.

Meski sudah begitu lama, namun ternyata itu bukan rekor tanpa kemenangan terlama di grand prix. Ketika di Ducati, Rossi juga puasa lama, paling tidak ia harus melewati delapan bulan lagi untuk memecahkan rekor terburuk itu.

Tapi The Doctor selalu bangga atas keberhasilannya di masa lalu. Rossi adalah legenda hidup yang masih aktif di kelas premier.

"Biasanya saya tidak ingin melihat masa lalu, karena masa lalu saya fantastis dan saya sangat bangga dengan karir saya, tetapi jika Anda ingin melanjutkan, Anda harus bekerja di masa depan," jelas Rossi.



Jadi bagaimana Rossi melihat situasinya saat ini dan masa depannya?

"Apa yang saya lihat? Kita berada dalam momen teknis yang sulit. Saya pikir dan saya berharap Yamaha harus berbuat lebih banyak, untuk menjadi lebih kompetitif, karena sekarang dengan MotoGP tingkat lawan sangat tinggi," tuturnya.

Kendati begitu, ia mengaku dalam kondisi yang sangat baik. Ia masih bisa melakoni balapan dengan baik karena pengalamannya.

Giacomo Agostini yang meraih delapan piala, adalah satu-satunya pembalap yang memenangkan lebih banyak gelar kelas premier daripada Rossi yang kini mandeg di tujuh piala.

Assen adalah tempat kembalinya Rossi ke tangga teratas setelah bergabung kembali dengan Yamaha pada 2013 dan venue legendaris Belanda itu akan menjadi tempat yang pas untuk mengakhiri perjalanan mandulnya saat ini.