Sepatu olahraga untuk running dan workout punya desain berbeda sesuai jenis gerakan yang dilakukan. Sepatu running mengutamakan cushioning untuk meredam benturan saat berlari, sedangkan sepatu workout dirancang untuk mendukung gerakan ke berbagai arah dan menjaga stabilitas saat latihan.
Memilih sepatu olahraga yang tepat bisa membantu lo bergerak lebih nyaman dan mengurangi risiko cedera akibat dukungan yang kurang sesuai. Ini tips yang bisa lo coba.
Kenapa Pemilihan Sepatu Olahraga Itu Penting?
Setiap olahraga memberikan beban dan pola gerakan berbeda pada kaki. Saat berlari, kaki menerima benturan berulang, sedangkan latihan seperti squat, lunges, dan HIIT membutuhkan stabilitas ketika lo mengubah posisi atau arah gerakan.
Karena itu, sepatu olahraga perlu disesuaikan dengan aktivitas. Cushioning membantu meredam benturan, grip menjaga traksi pada permukaan, sementara sol yang stabil mendukung keseimbangan. Sepatu yang kurang sesuai bisa membuat gerakan terasa tidak nyaman atau meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan.
Meski begitu, pemilihan sepatu tetap perlu diimbangi dengan teknik gerakan yang benar dan intensitas latihan yang sesuai kemampuan tubuh. Dengan begitu, lo bisa berolahraga lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi risiko cedera.
Perbedaan Sepatu Running dan Training
Perbedaan sepatu running dan training bisa dilihat dari beberapa aspek berikut.
|
Aspek |
Sepatu Running |
Sepatu Training |
|
Cushioning |
Umumnya lebih tebal untuk meredam benturan saat berlari |
Cenderung lebih firm untuk menjaga stabilitas |
|
Stabilitas lateral |
Fokus pada gerakan maju |
Mendukung gerakan ke samping dan perubahan arah |
|
Fleksibilitas |
Mendukung transisi langkah dari tumit ke ujung kaki |
Mendukung gerakan multidireksional |
|
Heel-to-toe drop |
Umumnya lebih tinggi |
Umumnya lebih rendah |
|
Bentuk sol |
Bisa melengkung untuk mendukung langkah lari |
Cenderung lebih datar dan lebar untuk menjaga keseimbangan |
Desain setiap model bisa berbeda, jadi tabel ini merupakan gambaran umum. Kalau lo lebih sering berlari jarak jauh, sepatu running bisa menjadi pilihan utama. Namun, untuk latihan beban atau gerakan yang membutuhkan perubahan arah, sepatu training biasanya lebih sesuai.
Kapan Sebaiknya Pakai Sepatu Bersol Datar?

Source: Pexel
Sepatu dengan sol relatif datar dan firm cocok untuk latihan yang membutuhkan pijakan stabil, seperti strength training, squat, deadlift, dan lunges. Sol yang nggak terlalu empuk membantu lo merasakan pijakan dengan lebih konsisten saat mengangkat beban.
Meski begitu, sol datar bukan berarti selalu lebih baik untuk semua orang atau semua latihan. Pilih sepatu dengan grip yang memadai, ukuran pas, dan dukungan sesuai gerakan yang dilakukan. Untuk latihan beban berat, perhatikan juga konstruksi tumit dan kestabilan sol.
Kapan Sepatu dengan Cushioning Tebal Lebih Cocok?
Cushioning tebal lebih umum ditemukan pada sepatu running karena membantu menyerap benturan berulang saat jogging atau berlari. Bantalan ini juga bisa meningkatkan kenyamanan ketika lo berlari di treadmill atau menempuh jarak yang lebih panjang.
Namun, bantalan yang empuk belum tentu ideal untuk semua workout. Saat melakukan gerakan lateral atau mengangkat beban, sol yang terlalu empuk bisa terasa kurang stabil. Jadi, sesuaikan sepatu dengan aktivitas utama, bukan hanya berdasarkan ketebalan bantalan.
Jenis Workout dan Sepatu yang Cocok
Kalau lo masih bingung memilih sepatu workout, gunakan tabel berikut sebagai panduan awal.
|
Jenis latihan |
Sepatu yang cocok |
Alasannya |
|
Strength training |
Training bersol firm |
Mendukung pijakan stabil saat latihan beban |
|
HIIT |
Training dengan grip dan support lateral |
Membantu saat melompat dan mengubah arah |
|
Treadmill |
Running |
Mendukung langkah berulang dan meredam benturan |
|
Circuit training |
Cross-training |
Mendukung kombinasi latihan beban dan gerakan dinamis |
|
Cross-training |
Training serbaguna |
Dirancang untuk berbagai pola gerakan |
Buat workout untuk pemula, lo nggak harus langsung membeli banyak pasang sepatu. Kalau rutinitas lo didominasi jogging, prioritaskan sepatu running. Kalau lebih sering melakukan squat, push-up, dan latihan beban, sepatu training bisa jadi pilihan awal.
Sementara itu, olahraga di rumah tanpa banyak lompatan atau beban berat bisa dilakukan dengan sepatu yang nyaman dan sesuai permukaan latihan. Pastikan lantai nggak licin dan hindari gerakan yang membuat pijakan kehilangan stabilitas.
Memahami perbedaan sepatu workout dan running bikin lo lebih mudah menyesuaikan perlengkapan dengan aktivitas yang dijalani. Kalau lo senang ngulik sneakers dan dunia olahraga, LAZone punya bahasan yang bisa jadi referensi berikutnya, dari pilihan sepatu sampai lifestyle sehari-hari.
Mampir ke website LAZone atau follow @lazone.id buat update lainnya.
FAQ Sepatu Workout
- Apakah sepatu lari boleh digunakan untuk workout di gym?
Boleh untuk latihan ringan yang minim gerakan ke samping, tetapi sepatu running kurang ideal untuk latihan beban berat atau HIIT yang membutuhkan stabilitas lateral.
- Apa itu sepatu cross-training?
Sepatu cross-training dirancang untuk mendukung berbagai jenis latihan, mulai dari latihan beban hingga gerakan dinamis seperti lompatan dan perubahan arah.
- Apa jenis workout tanpa alat yang cocok untuk pemula?
Pemula bisa mencoba squat, wall push-up, glute bridge, dan marching di tempat sesuai kemampuan. Mulai dengan intensitas ringan dan tingkatkan secara bertahap.
