Real Madrid sempat kesulitan mencari pengganti sosok Cristiano Ronaldo di atas lapangan. Dirinya pergi setelah ikut mengantar El Real memenangkan gelar UCL ke-3 secara beruntun pada musim tersebut. Meski bukan pemimpin para pemain, Ronaldo adalah sosok yang sangat sentral untuk Real Madrid selama 9 musim.

banner-ads

Selama hampir satu dekade di La Liga, dirinya dan Lionel Messi benar-benar mendominasi sepak bola dalam hal pencapaian individu. Puluhan gol selalu dia lesakkan ke gawang lawan setiap musimnya.

Awal musim ini, jawaban seakan akhirnya datang untuk Real Madrid setelah berhasil merekrut Eden Hazard dari Chelsea. Tapi, pemain asal Belgia itu sampai sekarang terlihat masih melempem dan belum bisa memberikan permainan terbaiknya.

Ternyata, solusi yang didapatkan oleh Real Madrid setelah perginya Cristiano ke Italia bukanlah pemain baru yang selevel dengannya. Tapi, Zidane menerapkan gaya bermain baru yang dia pelajari dari pelatihnya terdahulu.

Zidane emang pernah ngaku bahwa orang pertama yang membuatnya terkesan terhadap taktik sepak bola adalah Marcelo Lippi saat menanganinya di Juventus dulu. Taktik ‘Italian Defense’ yang diterapkan oleh Zidane di Real Madrid musim ini berbuah manis. Gak ada yang meragukan ketangguhan taktik pertahanan Italia yang dijuluki Catenaccio itu.

Soalnya, Real Madrid sekarang jadi salah satu tim dengan catatan pertahanan terbaik di Liga Spanyol.  Di luar performa Hazard yang belum juga membaik dan cedera yang menghantamnya, Real Madrid kini berada di puncak klasemen dengan selisih 1 poin dari Barcelona.

Catatan pertahanan luar biasa itu dibuktikan dengan data bahwa pasukan Zidane cuma kebobolan rata-rata 0,8 gol per laga. Meski begitu, catatan lini serang mereka kurang impresif dibandingkan musim-musim sebelumnya dengan angka rata-rata cuma 2,1 gol per laga.

Menurut lo, apakah dengan taktik Italian Defense ini Real Madrid bisa kembali jadi juara di Spanyol dan Eropa?