Fotografi ditemukan pertama kali pada tahun 1839 oleh Louis Daguerre dan Henry Fox Talbot. Saat pertama kali muncul, media fotografi masih berupa hitam-putih. Selama seratus tahun lamanya, fotografi pun juga merupakan ‘mahal’, sebab memerlukan proses yang panjang dan rapuh, serta fotografer yang membutuhkan banyak uang atau seorang sponsor.

Selama satu dekade itu juga, orang-orang cenderung fokus pada peningkatan di aspek kimia, praktikal, dan optimal bertujuan untuk membuat fotografi yang sesuai dan menyerupai objek yang diambil.

Hingga pada tahun 1880, munculah berbagai gagasan untuk membuat fotografi menjadi berwarna. Para fotografer kemudian mempekerjakan seniman untuk mewarnai hasil foto secara manual.

Berbagai cara pun mulai dicoba banyak fotografer dan seniman untuk menemukan teknik foto yang tepat. Ini dia perjalanan lengkapnya!

Teknik Autochrome

Diciptakan oleh Auguste dan Louis Lumière di Perancis pada tahun 1907, merupakan proses fotografi berwarna yang pertama kali dipraktikkan secara umum di seluruh dunia. Teknik ini membutuhkan waktu exposure yang lebih lama dibandingkan foto hitam-putih dan banyak peralatan tambahan untuk melihat warna positif yang transparan. Teknik autochrome menghasilkan foto berwarna kecoklatan, yang seringkali disebut “vintage” pada masa sekarang.

Film Warna Positif dan Negatif

Era modern fotografi seringkali dianggap dimulai dari munculnya film warna positif dan negatif yang ditemukan pada tahun 1935 oleh Leopold Godowsky Jr. dan Leopold Mannes yang berasal dari Laboratorium Penelitian Kodak. Keduanya menciptakan Kodachrome, yaitu sebuah film berwarna positif yang diproduksi dengan fotografi subtraktif warna. Proses ini membutuhkan perangkat warna untuk menghasilkan foto dengan detail yang lebih halus. Teknik ini menjadi populer dan banyak digunakan selama lebih dari 70 tahun meskipun membutuhkan proses yang cukup panjang.

Satu tahun setelah teknik Kodachrome atau film positif diciptakan, Afga Company berasal dari Jerman menciptakan teknik foto positif-negatif Agfacolor. Namun, proses ini sempat dilarang seiring berjalannya Perang Dunia II hingga tahun 1942. Pada tahun 1942, Kodak akhirnya mengeluarkan film warna negatif dan positif berwarna Kodacolor yang membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk peningkatan di berbagai bidang: kualitas, kecepatan, dan harga, hingga akhirnya menjadi yang paling populer di kalangan fotografer.

Menjadi Inspirasi Bagi Para Fotografer

Lahirnya inovasi fotografi berwarna yang dibawa oleh Kodak dan Agfa Company telah membawa banyak inspirasi bagi para fotografer. Banyak fotografer yang akhirnya dapat menghasilkan foto lebih ciamik, seperti Eliot Porter yang memotret burung di tengah lembah hijau yang indah, fotografi jurnalistik yang pertama kali dibawa oleh fotografer asal Austria, Ernst Haas pada majalah Life, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya bagi para fotografer profesional, fotografer amatir pun juga bisa memotret banyak pemandangan, hal-hal indah, dan momen penting berkat lahirnya fotografi berwarna karena biaya yang tak semahal dulu.

Well, kini Lo jadi tau ya bagaimana sejarah fotografi berwarna berkembang. Setelah fotografi berwarna dengan film ditemukan sejak 1935, pada tahun 1988 akhirnya perusahaan Fuji mengeluarkan inovasi kamera digital menggunakan memori kapasitas 16 MB untuk menyimpan data foto yang diambil. Semakin praktisnya proses pengambilan gambar yang diinovasi oleh Fuji ini kemudian diikuti banyak perusahaan besar berlomba-lomba memproduksi kamera digital.

Meskipun demikian, fotografi film juga saat ini masih banyak diminati oleh sebagian orang, lho. Fotografi menggunakan lensa 35mm dan film kembali diminati karena prosesnya yang kini tidak serumit dahulu, dan memberikan hasil foto yang unik yang berbeda-beda tergantung jenis kamera, film, dan ISO.

Jadi, gimana? Lo lebih suka memotret dengan hasil foto hitam-putih atau berwarna, nih? Apapun hasil akhir yang Lo pilih, jangan lupa baca artikel dari Lensa lainnya buat ketahui banyak informasi serta tips seputar fotografi, ya!