Teknoup.com --- Rencana BlackBerry menghadirkan layanan BlackBerry Messenger ke platform iOS dan Android banyak dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Seperti yang pernah di kabarkan beberapa waktu lalu, aplikasi BBM palsu banyak beredar dan bahkan ada yang menyisipkan program jahat di dalamnya. Tak hanya di tempat 'liar' di internet, aplikasi BBM palsu juga ada di toko aplikasi resmi Android, Google Play Store. Di Google Play Store, aplikasi BBM palsu tersebut bernama 'blackberry messenger bbm'. Bahkan, pengembang aplikasi tersebut pun memakai nama RIM untuk menipu sang calon korban. Seperti yang diketahui, RIM atau Research in Motion merupakan produsen BlackBerry. Namun sejak Januari lalu, perusahaan asal Kanada tersebut resmi menanggalkan nama RIM/Research in Motion dan mengubahnya menjadi BlackBerry. Dengan mencatut nama BBM dan RIM, aplikasi palsu tersebut dilaporkan sudah diunduh lebih dari 100.000 kali. Melalui keterangan yang ditulis, aplikasi palsu ini dikatakan baru bisa berfungsi pada 27 Juni dengan persetujuan menginstal jaringan iklan StartApp. Tanggal 27 Juni dijadikan alasan sebab pernah terdengar rumor bahwa di tanggal tersebut, BBM akan dirilis. Namun demikian, rumor tanggal tersebut sudah ditepis langsung oleh BlackBerry. Kini, dilaporkan Cnet, aplikasi BBM palsu tersebut sudah dihapus dari toko aplikasi resmi Android, Google Play Store. Tidak seperti toko aplikasi di platform iOS, Apple App Store, aplikasi-aplikasi yang ada di Google Play Store memang tidak dimoderasi terlebih dahulu. Kebijakan tidak memoderasi tersebut memang punya keuntungan dan kerugian tersendiri. Di sisi positif, pengembang dapat dengan bebas memasukkan aplikasinya di Play Store sehingga bisa dengan cepat tersedia tanpa menunggu tahap moderasi yang lama. Namun di sisi negatif, aplikasi-aplikasi palsu atau berbahaya bisa masuk di Play Store dengan mudah. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mencari aplikasi di Play Store antara lain adalah, perhatikan nama pengengmbang dan juga baca komentar pengguna di kolom review. Selain itu perlu dipastikan apakah aplikasi yang dimaksud sudah dirilis secara resmi atau belum. Tak ketinggalan pengguna perlu berkontribusi dalam melaporkan aplikasi yang tidak layak dengan 'Flag as inappropriate'.