Google Stadia akan dirilis November mendatang di 14 negara. Sayangnya Indonesia masih belum masuk ke dalam daftar ini. Namun Google berencana akan memperluas cakupan layanan Stadia di 2020. Nah ada yang perlu loe tahu soal platform game streaming dari Google ini bro. Yaitu jenis kecepatan dan resolusinya.

Ada tiga kecepatan dan resolusi yang ditawarkan Google Stadia buat para gamers. Kecepatan pertama adalah yang paling minimal, yaitu paling tidak internet loe ada di kecepatan 10 Mbps. Streaming di kecepatan ini akan menghasilkan gambar 720p di 60 fps.

Lebih tinggi di 20 Mbps, loe sudah bisa menikmati resolusi gambar yang lebih jernih dan bening di 1080p 60 fps. Tidak hanya itu saja, Google juga melengkapi fitur di kecepatan ini dengan 5.1 Surround Sound untuk pengalaman main game yang lebih epik.
 

Kecepatan tertinggi untuk mengakses Google Stadia dibutuuhkan 35 Mbps. Dengan kecepatan ini, pengalaman bermain game pun menjadi paling maksimal karena loe bisa menikmati gambar di resolusi 4K 60 fps lengkap dengan audio 5.1 Surround Sound.

 


Google Stadia adalah platform gaming berbasis komputasi cloud sehingga tak butuh konsol untuk memainkannya. Game-game yang tersedia di perpustakaan game Stadia bisa dimainkan lewat TV yang mendukung Chromecast Ultra, desktop, laptop, atau smartphone Pixel 3 dan 3A (untuk saat ini).

Namun Google meluncurkan juga kontroler khusus bernama Stadia Controller yang dibanderol Rp 900 ribuan. Kalau tak mau beli, loe juga tetap bisa menggunakan kontroler PS 4, X-Box, keyboard dan mouse.