Roadshow Meet The Labels 2015 Surabaya: Moment Musisi Muda Surabaya lebih dekat dan belajar

LAZONE.ID - Sabtu (22/7/2015) bertempat di Foreplay Surabaya Town Square tim Meet The Labels 2015 menyapa para musisi dan insan musik di Kota Pahlawan, Surabaya.

Sabtu (22/7/2015) bertempat di Foreplay Surabaya Town Square tim Meet The Labels 2015 menyapa para musisi dan insan musik di Kota Pahlawan, Surabaya. Kota Surabaya menjadi kota ke-12 yang dikunjungi time Meet The Labels dalam rangkaian Roadshow Meet The Labels 2015.

Seperti di kota-kota sebelumnya, roadshow Meet The Labels 2015 Surabaya dibagi dalam 3 sesi yakni Talkshow, Music Clinic, dan sesi Live Recording. Rangkaian acara ini tak lain untuk mencari bakat-bakat baru di dunia musik asal Surabaya untuk mengikuti gelaran Meet The Labels 2015. Tak lupa di roadshow Surabaya, Meet The Labels mempersembahkan aksi live Barry Likumahuwa di sela sesi tersebut.

Rangkaian acara roadshow Meet The Labels 2015 diawali dengan sesi Talkshow yang menghadirkan perwakilan dua label ternama Indonesia beserta musisi dari label tersebut. Dua label tersebut yakni, Demajors yang diwakili oleh Anton dan dari Universal Studio Indonesia yang diwakili Iman. Sedangkan untuk musisi masing-masing label, ada Buluq – Superglad yang hadir bersama Demajors Label dan Jemima yang hadir bersama Universal Studio Indonesia.

Dalam sesi Talkshow bersama dua label ternama tersebut, peserta Meet The Labels 2015 dari Surabaya mendapatkan cukup banyak wejangan bagaimana menjalin hubungan antara musisi dengan label dan apa-apa yang menjadi kriteria sebuah label dapat menerima karya musik dari para musisi.

"Musisi muda Surabaya ini tidak kalah dengan kota lain, jika ingin tetap hidup, musisi muda Surabaya harus terus aktif bermusik dan konsisten di jalur musiknya." salah satu motivasi Iman dari Universal Studio Indonesia untuk musisi muda Surabaya yang hadir di Roadshow Meet The Labels 2015 Surabaya.

Di sesi Q & A talkshow, peserta Meet The Labels 2015 Surabaya cukup antusias untuk melempar pertanyaan ke narasumber yang ada hingga membuat Jemima dan Buluq – Superglad semangat untuk membagikan pengalamannya.

Buluq – Superglad dengan berapi-api menyampaikan kepada peserta atas pertanyaan salah satu peserta yang berhubungan dengan bagaimana awal mula Superglad bisa sampai masuk ke label, ia mengatakan bahwa waktu pertama kali Superglad muncul, mereka tida kepikiran bisa diterima label dahulu. Ia menegaskan bahwa label itu penting, tapi yang lebih penting adalah bermusik… bermusik.. dan manggung. Kalau sudah konsisten seperti itu, tanpa aba-aba label akan langsung melirik ke kita.

Menambahkan apa yang sudah diwejangkan perwakilan label dan penjelasan Buluq – Superglad, Jemima mengungkapkan bahwa, setelah musisi atau kelompok band sudah masuk ke label, menjaga hubungan baik dengan label akan menjadi salah satu kunci konsistensi seorang musisi.

Wejangan demi wejangan diberikan para narasumber kepada peserta yang hadir, bahkan saking terbakar semangatnya oleh arek-arek Suroboyo, dengan gaya khas slengekan, Buluq bercerita panjang lebar mengenai karirnya dari awal mulai bersama Superglad. Bahkan melihat antusiasme peserta dalam sesi Q & A, Beng Beng – Pas Band yang dijadwalkan mengisi sesi Music Clinic setelah sesi Talkshow usai, ia dipaksa moderator untuk ikut nimbrung memberikan wejangan kepada peserta roadshow Meet The Labels 2015 Surabaya.

Usai sesi Talkshow, roadshow Meet The Labels 2015 Surabaya dilanjutkan dengan sesi Music Cilnic dari Beng Beng Pas Band yang memulai sesi clinicnya dengan memainkan sebuah music dari Pas Band yang sekaligus menjadi demo bagaimana seorang musisi terutama pemain alat musik – dalam hal ini seorang gitaris – harus peka dan menguasai alat musik dan panggungnya.

Secara garis besar, dalam sesi music clinic, Beng Beng – Pas Band memberikan arahan kepada para peserta bahwa sebagai seorang musisi, baik itu vokalis, gitaris, drumer, bassist dan lain sebagainya harus memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan mereka dalam bermusik. Beng Beng mencontohkan, seorang gitaris harus tahu kebutuhan sound, efek dan lain-lainnya dan mengkomunikasikannya dengan baik dengan soundman. Hal ini perlu untuk menghadirkan performance yang apik di atas panggung atau sound yang maksimal saat rekaman.

Selain memberikan arahan secara global mengenai bagaimana seharusnya seorang musisi bermusik, Beng Beng juga membeberkan rahasia routing efek gitar yang ia gunakan selama ini saat manggung atau rekaman bersama Pas Band.

Menutup rangkaian acara roadshow Meet The Labels 2015 Surabaya, panitia menghadirkan finalis Meet The Labels 2014 dan Barry Likumahuwa Project (BLP). Finalis Meet The Labels 2014 yang meramaikan Foreplay malam itu adalah Yunan Band dan Kevin Limm. Mereka berdua membawakan beberapa tembang milik mereka sendiri dan membawakan beberapa single milik musisi ternama Indonesia.

Meskipun sudah sangat larut malam, penampilan BLP di penghujung acara benar-benar sanggup membuat suasana Foreplay hidup dan pecah serta sanggup memberikan semangat untuk peserta Meet The Labels 2015 yang esok paginya mau