Kegemilangan Liverpool musim ini gak bisa lepas dari kegemilangan para pemainnya secara individu. Di lini depan, ada trio Mane, Salah, dan Firmino yang jadi pengobrak-abrik pertahanan lawan.

banner-ads

Namun ciamiknya permainan lini depan tersebut gak bisa lepas dari kontribusi para pemain lain di lini yang lain, termasuk lini belakang. Ketiak Virgil Van Dijk dan Joel Matip menjaga pertahanan Liverpool tetap kokoh, full back Trent Alexander Arnold melakukan kontribusi dalam membantu penyerangan sekaligus bertahan. Aliran bolanya ke lini depan dengan banyak umpan silang bikin pasokan bola ke kotak penalti lawan melimpah untuk para penyerang.

Pada musim 2018/2019 sendiri, TAA udah bikin 12 assist, catatan yang luar biasa untuk seorang pemain belakang. Assist-nya minggu lalu untuk Van DIjk menjadikan dirinya udah mengantongi 18 assist sepanjang karir Premier League.

Lalu, setelah statistik itu muncul banyak yang membandingkannya dengan salah satu gelandang terbaik milik MU di era Premier League, Paul Scholes. Sepanjang karirnya, di 499 pertandingan untuk MU, Scholes mencatatkan 55 assist untuk para pencetak gol.

Statistik unik ini mengatakan bahwa Alexander Arnold “hanya” harus bikin 38 assist lagi dalam 430 pertandingan selanjutnya (hal ini diasumsikan kalau Alexander Arnold setia bertahan dengan Liverpool). Dengan rasio assist dan pertandingan yang dimiliki Alexander Arnold sekarang, banyak yang menilai dirinya bisa melewati catatan Scholes hanya dalam beberapa musim ke depan.

Namun, apakah hal ini bikin Scholes jadi gelandang yang buruk? Tentu saja enggak, Bro. Scholes terkenal dengan akurasi umpannya dan seringnya dia memberikan umpan kunci yang berbuah gol dengan pemain lain yang memberikan assist untuk gol tersebut. Dengan kata lain, Scholes masih bisa dibilang salah satu gelandang terbaik untuk MU di era Premier League, bahkan mungkin salah satu yang terbaik dalam sejarah Premier League.

Alexander Arnold masih muda dan masih menyimpan potensi yang besar untuk dirinya dan Liverpool. Menurut lo, apakah Alexander Arnold bakal stay di Liverpool dan jadi legenda untuk klub tersebut?