Protes itu dilayangkan oleh Aprilia lewat CEO-nya Massimo Rivola. Protes dikasih buat panitia MotoGP.

banner-ads

Dia bilang Ducati kebanyakan menurunkan ridernya di balapan tahun ini. Hal ini jadi ketimpangan yang jelas banget.

Baca Juga: Aprilia Musim Ini Gak Kaleng-kaleng

Menurutnya MotoGP jadi serasa Ducati Cup. Pabrikan lain susah mengimbangi dominasi dari Ducati.

"Jika Anda mengemudi sendiri, Anda tidak memiliki pertunjukan," ucap Rivola.

Bisa jadi ucapan itu muncul setelah Aprilia melihat hasil dari tes pramusim di Sepang. Lima besar pembalap tercepat pada saat itu didominasi Ducati.

Cuma Maverick Vinales dari Aprilia yang bukan menggunakan motor Desmosedici.

"MotoGP tidak seharusnya menjadi one-make cup. Hampir setengah tempat awal sudah ditempati oleh satu merek."

Menurut Rivola MotoGP harus membuat regulasi biar balapan seimbang. Dia menyebut hal ini diungkapkan bukan hanya untuk Aprilia, tapi juga mewakili Yamaha yang hanya turun dengan dua rider.

"Saya setuju bahwa jumlah maksimum tim per pabrikan harus ditentukan," ucap Rivola.

"Di Formula 1, ditetapkan bahwa setiap pabrikan dapat memasok dua tim lain dengan drive unit dan gearbox," lengkapnya.