Peningkatan top speed MotoGP hampir setiap tahun merupakan penyebab kekhawatiran. Tetapi para rider menyebut, ini adalah cara teraman untuk meningkatkan waktu putaran mereka.banner-ads

Meskipun dominasi kecepatan tertinggi Ducati berada di bawah ancaman dari Honda musim lalu, pabrikan itu kembali menaikkan rekor top speed MotoGP sepanjang masa. Mencatat waktu 356,7 km / jam (221,6 mph) pada Mugello, dengan Andrea Dovizioso saat latihan.

Dibutuhkan keberanian besar untuk menjaga agar throttle tetap tersemat pada kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi itu sama sekali tidak menantang secara teknis karena pengereman saat menikung, merupakan tempat yang sebagian besar terjadi kesalahan yang membuat kecelakaan.

"Salah satu poin utama dari motor kami adalah kecepatan pada lintasan lurus," kata rekan setimnya, Danilo Petrucci.



"Yang pasti, kami selalu membutuhkan banyak kecepatan karena ini adalah cara teraman untuk meningkatkan waktu putaran, karena Anda bisa mendapatkan sepersepuluh detik tanpa mengambil risiko di tikungan."

Musim lalu, mereka memiliki penantang besar yang juga memiliki top speed kencang. Tak cuma perbaikan mesin, dari sisi aerodinamika, elektronik hingga bagian mekanik pun jadi poin penting.

"Kami kehilangan sedikit handling dan stabilitas di bagian depan, katakanlah pergantian motor. Tapi saya tidak bisa berbicara 100 persen tentang kemampuan membalap kami dibandingkan dengan pabrikan lain karena di MotoGP saya hanya mengendarai Ducati. Tahun-tahun pertama saya dengan motor CRT, yang tidak seperti motor MotoGP yang sebenarnya," tukas Petrucci.