Marc Marquez disebut-sebut sudah ingin cabut dari Repsol Honda. Meski itu dibantah oleh juara dunia enam kali tersebut, namun kabar itu tetap muncul.

Sampai-sampai mantan Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo angkat suara. Menurutnya, bakal sulit bagi tim manapun untuk membujuk si Baby Alien untuk hengkang.

"Marc sangat cocok dengan HRC, ia sangat suka timnya. Ia tahu untuk jangka panjang, Honda selalu menjanjikan. Peluang Marc memperpanjang kontrak dengan HRC lebih besar ketimbang HRC kehilangannya. Jika awal musim berjalan baik, maka bakal sulit bagi pihak lain membujuknya meninggalkan Honda. Tapi apapun bisa terjadi usai dua tahun," ujarnya.

Ducati Paling Masuk Akal Buat Marquez

Suppo pun yakin Marquez tak bakal ambil keputusan seperti Valentino Rossi. The Doctor yang kala itu berstatus sebagai juara dunia MotoGP 2003, meninggalkan Repsol Honda ke Yamaha.

Kendati begitu, jika Marquez ingin pindah, maka Ducati dianggap sebagai pilihan paling logis. Sepertinya tak ada kesempatan besar untuk tim lain, termasuk KTM.

"Marc berbeda. Kecuali 2014, Marc selalu punya motor yang seimbang, sulit mencari motor yang lebih baik, seperti pada 2002 silam. Tapi jika ia harus ganti tim, saya rasa Ducati dan KTM bagus. Tapi yang paling menjanjikan, Ducati bakal jadi pilihan yang paling logis," ungkap Suppo.

Sepertinya semua kejutan mungkin saja terjadi karena hampir sebagian besar rider bakal habis kontrak pada akhir 2018.