Persaingan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi terasa panas banget waktu mereka sama-sama masih adu kencang. Apalagi Rossi pernah nyebut kalau Marquez membantu Jorge Lorenzo buat menjegalnya menjadi juara dunia.

banner-ads

Ucapan itu disampaikan Rossi pada 2015 di Malaysia. Tiga hari setelahnya, Marquez dan Rossi bertarung sengit di lintasan hingga bersenggolan.

Selama ini, Marquez cuma berbicara seadanya. Tapi sekarang dia menuduh Rossi sengaja menendangnya hingga terjatuh.

Baca Juga: Dibujuk Balapan Lagi, Ini Jawaban Rossi

Sejak awal, persaingan itu dianggap Marquez seharusnya tidak pernah ada. Apalagi sebelumnya kedua rider ini berteman baik.

"Penyerangan secara publik dalam jumpa pers adalah hal buruk. Saya punya nomor teleponnya, dan Valentino punya nomor saya. Kami tidak saling telepon. Kala itu saya masih berusia 22 tahun, sementara dia lebih dari 10 tahun lebih tua, dia punya pengalaman," ungkap pembalap dengan delapan kali juara dunia tersebut.

"Jumpa pers di Malaysia pun terjadi, dan ketimbang menyeret saya ke tepi dan bicara dengan saya, ia malah menyerang saya secara publik. Itu sungguh tak terhormat. Saya merasa itu adalah intimidasi," lanjut Marquez.

Menurutnya balapan yang terjadi di Sirkuit Sepan itu seharusnya seru untuk disaksikan. Tapi sayangnya dia merasa dicurangi.

"Itu adalah lap yang gila, kami bertarung dengan cara yang menakjubkan. Setelahnya, Vale mengambil keputusan itu," ungkapnya.

"Ia mendorong saya. Itu bukan kebetulan. Anda bisa saja tampil ngotot, kehilangan kendali pada motor, dan bertabrakan dengan rival. Namun, bukan kebetulan jika Anda menyudutkan seorang rider ke tepi trek, menatapnya, dan menabraknya dengan kaki. Itu adalah kesengajaan," lanjut Marquez.