Sejarah drone alias pesawat tanpa awak ternyata dimulai sejak lama sekali loh bro. Drone (pesawat tanpa awak) dapat ditelusuri kembali ke tahun 1916, ketika penemu asal Inggris bernama Archibald Low merancang dan menerbangkan kendaraan tak berawak dengan radio kontrol. Drone ini dibuat untuk melakukan serangan balik terhadap kapal udara German Zeppelin dan melakukan serangan darat selama Perang Dunia I. Sayangnya, drone yang terbuat dari kayu dan timah ini nggak berhasil lantaran suara mesinnya menghalangi radio.

Lalu, Sopwith Aircraft Company juga mencoba membuat sebuah drone di tahun yang sama. Drone versi mereka menempatkan peralatan radio di bagian ekor agar mesinnya tidak mengganggu sinyal. Setelah itu, tahun 1917, Archibald Low kembali mencoba menerbangkan drone di depan beberapa perwira militer senior. Drone ini sempat terbang beberapa saat sebelum akhirnya menabrak akibat mengalami kegagalan mesin dan hampir membunuh para perwira militer.

Perkembangan drone di masa perang dingin masuk ke dalam wilayah abu-abu. Maklum bro itu eranya spionase bahkan pemerintah pun menyangkalnya kalau ada object melintas perbatasan negara target. Setelah perang dingin antara Amerika dan Uni Sovyet selesai drone pun membuka babak baru kalau dahulu disembunyikan malah dibuka terang-terangan.

Soal ukuran pun fantastis ternyata bro, mau yang segede pesawat beneran atau malah sebesar telapak tangan, begitu juga dengan fungsinya mulai dari geo mapping, pemantau bencana, pembuatan video bahkan sampai cuma jadi alat foto yang keren. Soal teknologi jangan ditanya bro, maklum drone itu menginduk ke peralatan tempur. Drone non tempur saat ini ada yang multi terrain berbentuk seperti tank atau malah mobil atau malah seperti sedang bermain layang-layang namanya foto, kite yang mengaturnya lewat kayat sling, kayak main layangan deh pokoknya bro.