Pekan kemarin diramaikan dengan berita kebocoran data pengguna Facebook yang kabarnya dimanfaatkan untuk keperluan pemilu di Amerika. Merasa mengkhianati kepercayaan user, founder Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf di satu halaman penuh koran.

Facebook memasang iklan permohonan maaf itu di tujuh koran di Inggris. Tidak hanya di situ saja, ucapan permohonan maaf Mark Z juga terlihat di tiga koran Amerika yang berbeda.

"We have a responsibility to protect your information. If we can't, we don't deserve it." Begitu tulisan dengan font cukup besar di halaman koran tersebut. Di bagian bawahnya tertulis lima paragraf berisi permohonan maaf yang ditutup dengan tanda tangan Mark Zuckerberg.

Dalam tulisannya, Mark Z berjanji akan membuat Facebook lebih baik dan lebih aman lagi dalam hal perlindungan data. Setelah sebelumnya Facebook juga sudah mengumumkan bahwa mereka menghentikan dukungan untuk aplikasi-aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan informasi lewat Facebook.

Permohonan Maaf Mark Z Full di Satu Halaman Koran

Kebocoran data Facebook terbilang parah. Sekitar 50 juta data pengguna dijual ke Cambridge Analytica untuk kebutuhan politik. Hal ini jelas-jelas melanggar kebijakan yang dibuat Facebook sendiri.

Tak heran selama sepekan terakhir seruan #DeleteFacebook bergaung di berbagai media sosial. Membuat saham Facebook drop selama sepekan dengan jumlah yang signifikan.

Ungkapan permohonan maaf Mark Z dimuat secara eksklusif di koran-koran Inggris edisi Minggu seperti The Observer, The Sunday Times, Mail on Sunday, Sunday Mirror, Sunday Express dan Sunday Telegraph. Sementara di Amerika, iklan ini muncul di The New York Times, The Washington Post dan The Wall Street Journal.