Teknoup.com --- Apple merilis iPhone 5S dengan sebuah fitur baru, yakni pemindai sidik jari.

Bisa ditebak, fitur ini segera diikuti oleh vendor smartphone lainnya, seperti HTC dan Samsung.

Namun banyak yang masih sangsi dengan keamanan dari fitur ini, salah satunya adalah Profesor Willy Susilo dari Universitas Wollongong, Australia.

Profesor bidang ilmu komputer dan engineering perangkat lunak yang berasal dari Surabaya ini mengatakan bahwa pemindai sidik jari yang digunakan Apple dan Samsung hanya gimmick belaka yang mampu dibodohi oleh peretas, sehingga tidak memberikan keamanan biometrik sesungguhnya bagi pengguna.

Namun Susilo tidak merasa bahwa teknologi biometrik tidak punya tempat untuk dunia mobile.

Dia menyebut dua teknologi yang diharapkan mampu menjadi pemindai aman untuk smartphone, yakni pemindai retina dan pembuluh darah.

Pria yang ahli di bidang kriptografi dan keamanan jaringan ini lebih optimis mengenai pemindai pembuluh darah, karena menurut periset pemindai mata bisa meningkatkan resiko kanker.