
Gara-gara itu, Dovizioso pun terus menurun ke posisi keempat. Pembalap Ducati menggunakan ban hujan lembut di bagian depan dan belakang, sementara rekan setimnya, pemenang balapan Danilo Petrucci dan posisi kedua Alex Marquez di Honda memakai ban medium.
Dovizioso mengaku seharusnya menggunakan medium karena dia bisa saja bertarung dengan Danilo.
“Pada akhirnya kami harus senang karena mendapatkan beberapa poin, tapi sedikit kecewa karena saya pikir kami membayar untuk pilihan ban,” kata Dovizioso.
“Tapi sekarang terlalu mudah untuk membicarakannya karena saya tidak akan tahu dalam 45 menit seberapa lebat hujan atau apakah itu akan berhenti. Jadi, saya kesulitan di bagian pertama balapan karena Danilo sangat kuat."
.jpg)
Menurutnya, Petrucci membayar keraguan di lintasan kering. Ia juga disebut punya cengkraman lebih kuat dengan berat badannya.
“Saya berjuang tapi saya bisa lebih cepat di tengah tikungan dan pengereman. Tapi 10 lap terakhir ketika air mulai mengering, saya benar-benar menghabiskan ban. Saya sudah berada di batas di depan dan putaran demi putaran semakin parah," tuturnya.
“Saya mengunci bagian depan, saya hampir 10 kali jatuh. Saya mencoba untuk menekan hingga akhir, saya ingin naik podium dan saya mendapatkan satu posisi di lap terakhir dengan Oliveira. Saya senang tentang itu, tapi sedikit kecewa karena dengan ban yang berbeda saya bisa bertarung dengan Danilo."
Dovizioso telah menutup selisih poin dari pemimpin klasemen Fabio Quartararo menjadi 18 poin setelah terpaut 24 poin jelang GP Prancis menyusul kecelakaannya di GP Catalunya. Pembalap Ducati itu mengaku puas, tetapi tidak gembira karena harus berbuat lebih banyak.
"Ketika Anda menjalani musim seperti ini, ketinggalan poin bukanlah yang terbaik. Apalagi jika kami menganggap poin yang hilang di Barcelona, itu mengganggu. Pada akhirnya, bagaimanapun, ini adalah olahraga, jadi kami harus melihat ke depan. Anda harus mengambil banyak resiko, jadi membuat kesalahan sangatlah mudah," tuturnya.
“Pada akhirnya, kita harus lebih bahagia daripada marah. Kami perlu berbuat lebih banyak, kami tahu, tetapi sebelum Le Mans, jaraknya lebih besar. Jadi kita tidak bisa gembira, tapi kita bisa puas."
