Penggemar tim Ducati di MotoGP pasti setuju kalau Casey Stoner disebut sebagai pembalap terbaik buat pabrikan asal Italia tersebut. Casey Stoner begitu berjaya pada tahun 2017 sehingga dirinya jadi orang terakhir yang membawa Ducati juara dunia.

Kini harapan besar Ducati ada di tangan Jack Miller dan Pecco Bagnaia. Kedua rider ini ditunjuk Ducati setelah Dovizioso memutuskan break dari balapan dan Petrucci memutuskan untuk membalap bersama KTM.

Mendapatkan hasil yang baik pada tes pramusim bikin Jack Miller jadi favorit banyak orang. Bahkan banyak juga yang membandingkannya dengan sang legenda Casey Stoner.


Rider yang juga berasal dari Australia ini menolak disamakan dengan Stoner.

Baca Juga: Edan! Ducati Bagai Roket Di Qatar

“Membandingkan saya dengan Casey Stoner jelas sangat salah. Apa yang dilakukannya pada tahun 2007 adalah hal yang spektakuler dan saya rasa hal tersebut tidak mungkin bisa diulang,” ujar Miller dalam sebuah wawancara bersama Crash.

Miller menambahkan bahwa, jangankan dirinya, bahkan Dovizioso yang bersama tim pabrikan tersebut selama 8 tahun pun belum bisa mengulang hal spektakuler yang dilakukan oleh Stoner pada 2007.

Pada tahun tersebut, Stoner berhasil meraih 14 podium dengan 10 diantaranya merupakan kemenangan.

Sedangkan Jack Miller kelihatannya masih berjuang untuk meraih podium pada balapan pembuka di sirkuit Losail, Qatar. Miller yang tampak sangat menjanjikan di tes pramusim hanya mampu finish di posisi 9 malam itu. Sedangkan rekan setimnya, Francesco Bagnaia berhasil meraih podium setelah bersama Zarco berhasil melewati Joan Mir menjelang garis finish.