Musim MotoGP 2023 berlangsung penuh drama, bro. Banyak kecelakaan sampai rider yang cedera. Ini juga gak bisa lepas dari pengembangan teknologi.

banner-ads

Sistem aerodinamika makin melesat. Belum lagi ada format sprint race yang bikin tensi di paddock juga bakalan semakin panas.

Baca Juga: Marquez Juara Crash di MotoGP 2023

Jorge Lorenzo, mantan rider Yamaha di MotoGP, juga ikut khawatir sama keselamatan para pembalap. Menurut dia dari kacamata peserta, sprint race cukup berisiko buat keselamatan dan kesehatan rider.

"Saya suka sprint race, tapi saya berbicara sebagai penonton," pembalap asal Spanyol itu.

"Saya mengerti para pembalap MotoGP akan memiliki risiko berlipat ganda atau tiga kali lipat," sambungnya.

Lorenzo mengingatkan kalau belum pakai format sprint race saja, motor yang dipakai itu bisa melesat sampai 370 km/jam. Gokil!

Baca Juga: Kalau BMW dan Kawasaki Ikut MotoGP Pasti Seru

Makanya dia setuju kalau pengembangan teknologi di MotoGP seharusnya dibatasi. Lorenzo mengingatkan semakin melesatnya teknologi yang dipakai di MotoGP semakin tinggi juga risiko buat rider.

"Kami sampai pada titik di mana motor MotoGP benar-benar menakutkan. Mereka memiliki tenaga 300 dk dan melaju lebih dari 370 km/jam. Jika kita tidak (berhenti sejenak), dalam beberapa tahun mereka akan mencapai 400 km/jam," terang Por Fuera.

"Saya pikir kita harus membatasi kekuatan motor ini dengan cara tertentu. Saya bakal membatasi aerodinamika sebanyak mungkin, mungkin saya akan menghilangkannya," katanya lagi.

"Pertunjukannya, bahayanya, semakin banyak kecelakaan yang kita lihat akhir-akhir ini? Itu konyol. Winglet, holeshot device, dan anti-wheelie harus dihilangkan, lalu kontrol traksi harus disetting lagi secara aman. Setengah omong kosong ini harus pergi," tukas Lorenzo.

Nah, gimana menurut Lo dengan pernyataan Lorenzo ini? Apakah Lo setuju kalau kecepatan MotoGP harus dibatasi?

Untuk informasi update seputar MotoGP follow akun sosial media Bold Riders!