Sejak debut MotoGP 2013, Marc Marquez merengkuh lima gelar juara dunia hingga saat ini. Rider Repsol Honda itu juga kini menuju titel keenamnya setelah berada di puncak klasemen sementara.

Marquez masih memimpin hingga balapan di Sachsenring. Ia unggul 58 poin dari rider Ducati, Andrea Dovizioso.

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, pun ikut berkomentar soal paddock Honda yang dianggap kontras, sebab Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow justru tak meraih hasil serupa. Menurutnya, sang rival hanya bertumpu pada Marquez sebagai andalan utama.

“Honda telah merancang motor untuk Marquez, tetapi di belakangnya selalu Yamaha atau Ducati, tidak pernah Honda. Jadi, dengan Marquez lah kami harus bertarung,” ungkapnya.



Pernyataan itu mengundang reaksi dari direktur Honda, Alberto Pluig. Ia juga mengkritik investasi Ducati terhadap proyek MotoGP yang tidak seimbang.

“Saya kira Ciabatti harus menonton semua balapan 500cc dan MotoGP yang dimenangi Honda, semua titel. Dia harus tahu sejarah, dan mungkin tidak akan melihatnya seperti ini,” tutur Puig.

Ducati baru meraih kemenangan pada 2007 dengan Casey Stoner.

“Yang jelas, bahwa Ducati, setelah semua upaya yang mereka lakukan, telah memenangi satu kejuaraan, yang seperti semua orang tahu adalah dengan Casey Stoner . Upaya yang dilakukan Ducati dalam kejuaraan ini, untuk apa yang dikumpulkannya, menurut saya, sama sekali tidak seimbang," ungkap Puig.

Berbeda dengan Honda yang tak cuma Marquez yang bisa juara, tetapi ada deretan rider lain termasuk Valentino Rossi.

"Marquez telah menang dengan motor ini, seperti yang sebelumnya dilakukan Stoner, Doohan, Spencer, Lawson, Criville, Hayden dan Rossi. Dengan Honda, banyak pembalap telah memenangi kejuaraan. Dengan Ducati, satu orang telah menang dalam setahun, dalam keadaan khusus," tukasnya.