Membangun sebuah modifikasi motor adalah salah satu hal yang membutuhkan dedikasi dan komitmen yang tinggi untuk menghasilkan output yang memuaskan. Membangun sebuah motor juga kadang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam prosesnya.

Inilah yang dilakukan Brent Becker saat cuti panjang dari profesinya sebagai seorang CEO. Bahkan, dirinya menamai motor yang dibuatnya dengan sebutan unik, The Sabbatical. Secara harfiah nama tersebut punya arti “cuti panjang”, sesuatu yang dilakukan oleh Brent ketika berkomitmen membangun motor tersebut.

Cuti panjang tersebut dimanfaatkan olehnya untuk mempelajari cara-cara yang ampuh dalam melakukan modifikasi secara mandiri.



Brent pun “magang” setelah jadi pelanggan tetap di bengkel modifikasi Flying Tiger Motorcycles untuk melakukannya.

Motor yang dikerjakan olehnya adalah sebuah Honda CB750 keluaran 1973 yang dibeli olehnya dari bengkel modifikasi yang berlokasi di Missouri, Amerika Serikat tersebut dalam keadaan modifikasi setengah jadi.

Karena membawa motor yang setengah jadi, Brent memulai modifikasi yang tertunda tersebut dengan merombak mesin 736 cc dan melakukan bore up untuk menambah kapasitas mesin jadi 836 cc. Mesin rombakan ini pun dilengkapi karburator racing Keihin CR31. Lalu mesin ditutup menggunakan finishing berwarna hitam yang dipoles.



Bagian subframe pun dibentuk ulang untuk mendapatkan bagian belakang yang lebih modern dari bentuk aslinya. Lo bisa melihat tampilan unik dari lampu belakang yang seakan menyatu dengan bagian body-nya.



Untuk upgrade tampilan di bagian depan, Brent menggunakan forks dan twin front brakes dari motor Suzuki GSX-R. Velg berwarna hitam juga terlihat menyatu dengan body dan warna emas pada forks serta suspensi bagian belakang memberikan detail tersendiri.

Pada bagian depan, lo gak bakal melihat set headlight yang biasa. Brent menggunakan satu set LED headlight yang disusun secara vertikal dan bagian sekitarnya ditutupi oleh sebuah plat logam.



Karena dedikasi dan komitmennya dalam melakukan modifikasi tersebut, motor ini tetap rampung meskipun Amerika Serikat sedang dalam keadaan krisis pandemi virus corona.

Hal tersebut bisa jadi contoh bahwa lo juga bisa tetap berkarya dan menekuni hobi yang biasa lo lakukan meski gak bisa kemana-mana. So, #DiRumahAja dan tetap lakukan yang terbaik, Bro!