6 Mitos Perut Six Pack

LAZONE.ID - Perut six pack itu enggak cuma atraktif, tapi juga simbol kerja keras dan kegigihan. Ngedapetinnya enggak cuma modal sit up.

Perut six pack itu enggak cuma atraktif, tapi juga simbol kerja keras dan kegigihan. Ngedapetinnya enggak cuma modal sit up.

Siapa sih yang enggak mau punya perut six pack. Enggak cuma terasa ringan dan sehat, perut rata kotak-kotak ini juga ampuh jadi pendongkrak pede. Setiap mata perempuan bakal menatap dengan takjub. Mata cowok pun pasti juga susah berpaling, cuma dengan tatapan iri.
Perut keren ini bukan hanya sumber daya tarik seksual, tapi juga simbol kerja keras dan kegigihan. Ngedapetinnya enggak gampang bro. Enggak cuma modal sit up atau crunch. James S. Fell, penulis kesehatan untuk Chicago Tribune dan buku Lose It Right: A Brutally Honest 3-Stage Program to Help You Get Fit and Lose Weight Without Losing Your Mind, memaparkan 6 mitos yang sering menjebak saat ‘memperjuangkan’ perut rata.

Mitos #1 : Sit Up

Sit up itu ternyata latihan yang hanya membakar sedikit kalori, karena otot rectus abdominus yang dilatihnya cukup kecil. Perlu ribuan sit up untuk membakar sekilo lemak di perut loe. Lakukan latihan otot perut lain yang menopang torso loe dan berbagai gerakan twisting.

Mitos #2 : Spot Reduction

Latihan pinggang akan meningkatkan pembuangan lemak dari perut atau bagian tubuh lainnya. Ini muncul bertahun-tahun lalu. Gantinya, turunkan berat dengan mengurangi kalori. Satu-satunya cara untuk mengurangi lemak di perut adalah dengan membakar kalori yang lebih banyak dari yang loe konsumsi sampai lekuk pinggang loe kelihatan. Sesudah itu, bertahan di batas kalori itu dan tingkatkan latihan.

Mitos #3 : Diet Untuk Lemak Perut

Secara genetik cowok biasanya mengalami penumpukan lemak di pinggang. Tapi kita enggak bisa menentukan diet untuk ngebuang lemak perut atau lengan duluan. Enggak masalah apapun jenis diet loe, kita enggak bisa mengaturnya untuk membuang lemak perut duluan, leher, lengan atau pantat. Yang penting, diet loe mesti menghasilkan defisit kalori, pemasukan kalori yang lebih kecil dari pengeluarannya. Jaga dengan makanan yang membuat loe tetap beregerngi, tidak terlalu berat, tidak banyak gula dan lemak, lebih banyak buah dan sayuran bukannya double cheeseburger.

Mitos #4 : Loe Perlu Mesin

Mesin-mesin latihan perut seperti di gym? Sabuk dengan eletkro-shocker yang membakar lemak? Krim-krim penghancur lemak? Saat lemak masih bercokol di pinggang, hindari alat-alat itu. Lakukan squat, lunges, deadlift, bench press, pull up dan latihan mendayung/row. Lakukan dengan perut yang dikunci dengan kencang. Beban yang berat akan membakar lebih banyak kalori dan strength. Saat berlari pun lakukan dengan tubuh tegap untuk menjaga otot core loe.

Mitos #5 : Karbo Bikin Perut Gendut

Kunci penurunan berat ada di defisit kalori. Jadi enggak penting apakah diet loe tingga protein, rendah lemak atau rendah karbo, kalau kalori loe defisit, akan terjadi penurunan berat. Karbohidrat merupakan bahan bakar terbaik untuk aktivitas fisik. Tanpa asupan karbo, loe malah jadi lemes.
Menurut studi International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism, atlet sepeda yang mengkonsumsi karbohidrat tinggi performanya lebih baik daripada yang diet rendah karbo. Loe harus tetap mengkonsumsi karbohidrat, tapi dapatkan dari buah, sayuran, roti gandum, oatmeal, pasta gandum untuk bahan bakar latihan loe.

Mitos #6 : Wajib Kardio

Sekali lagi, yang wajib itu defisit kalori. Jangan berharap perut kecilan tanpa defisit kalori. Kombinasikan latihan beban dan diet terkontrol. Kardio memang membantu pembakaran kalori, tapi bukan satu-satunya, lakukan yang loe rasakan manfaatnya paling banyak. Terlalu banyak kardio bikin lapar dan pengen makan banyak. Apalagi yang overweight, lakukan bertahan sesuai level fitness.